INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, memberi sinyal bahwa pemerintah provinsi tengah menyiapkan sebuah terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Terobosan ini, kata dia, bukan sekadar langkah administratif, melainkan sebuah inovasi yang diharapkan bisa memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Edy usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (16/8).
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh hanya bergantung pada dana transfer pusat, melainkan harus berani mencari sumber-sumber baru yang lebih stabil.
“Dalam upaya peningkatan PAD, Gubernur ada meluncurkan sebuah produk yang langsung bisa diakses warga dengan mudah,” kata Edy.
Meski begitu, ia memilih untuk tidak merinci apa bentuk produk yang dimaksud.
“Tunggu saja nanti akan diumumkan Gubernur pada waktunya,” tambahnya.
Selama ini, sebagian besar belanja daerah di Kalimantan Tengah memang masih ditopang oleh dana transfer dari pemerintah pusat.
Ketergantungan ini membuat ruang fiskal daerah relatif terbatas, terutama ketika menghadapi kebutuhan mendesak atau program prioritas yang harus segera dijalankan.
Dorongan untuk memperkuat kemandirian fiskal pun semakin kuat. DPRD Kalteng menilai, tanpa terobosan di sektor PAD, pemerintah provinsi akan sulit bergerak cepat dalam merespons dinamika pembangunan.
Dalam forum paripurna, sejumlah anggota dewan juga menyinggung perlunya digitalisasi layanan dan pengelolaan aset daerah secara lebih produktif.
Edy sendiri tidak menampik bahwa arah kebijakan yang sedang disiapkan berkaitan erat dengan transformasi digital. Menurutnya, teknologi menjadi pintu masuk penting dalam menciptakan efisiensi, transparansi, sekaligus membuka peluang baru bagi pemasukan daerah.
“Kita perlu inovasi yang benar-benar terasa manfaatnya bagi warga,” ujarnya.
Sinyal itu memunculkan spekulasi bahwa produk yang dimaksud berkaitan dengan digitalisasi layanan publik atau optimalisasi sektor jasa.
Selama ini, potensi pendapatan dari sektor tersebut dinilai masih jauh dari maksimal, baik dalam bentuk retribusi maupun pengelolaan aset daerah.
Meski belum diumumkan secara resmi, langkah yang disiapkan pemerintah provinsi diharapkan dapat mempermudah pelayanan masyarakat sekaligus menambah kas daerah.
Dengan begitu, pembangunan yang sedang digencarkan, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan layanan dasar, dapat berjalan lebih cepat.
“Intinya, produk ini nanti akan lebih memudahkan warga sekaligus memberi dampak positif pada kas daerah,” pungkas Edy.
Pernyataan singkat itu sekaligus menutup diskusi hangat di ruang paripurna, meninggalkan tanda tanya besar mengenai gebrakan apa yang akan segera diumumkan Gubernur Kalteng dalam waktu dekat.
Editor : Maulana Kawit