INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 Hijriah, harga daging ayam ras di Pasar Besar Palangka Raya mengalami penurunan. Saat ini ayam dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram.
Meski harga turun, kondisi pasar belum ramai. Sejumlah pedagang mengaku penjualan justru masih lesu.
Anisa (20), pedagang ayam di pasar tersebut, mengatakan harga ayam sebelumnya sempat lebih tinggi.
“Sekarang Rp40 ribu per kilo. Kalau naik bisa sampai Rp47 ribu sampai Rp48 ribu per kilo,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Anisa, perubahan harga sangat berpengaruh pada jumlah pembeli. Namun, turunnya harga kali ini belum mampu mendongkrak penjualan.
“Selama Ramadan ini belum ada peningkatan. Harga turun pun pembeli tetap sepi,” katanya.
Ia menilai kondisi ini kemungkinan juga dirasakan pedagang lain. Daya beli masyarakat belum menunjukkan kenaikan signifikan meski harga lebih rendah.
Hal serupa disampaikan Qiah (42), pedagang ayam lainnya. Ia menyebut naik turunnya harga ayam sangat bergantung pada pasokan dari agen atau distributor.
“Kalau stok banyak tapi pembeli sedikit, biasanya harga ikut turun,” ucapnya.
Qiah mengatakan, banyaknya stok di pasaran menjadi salah satu penyebab harga ayam turun. Namun kondisi itu tidak serta-merta membuat dagangannya laris.
“Sedih juga, harga sudah turun tapi tetap sepi. Begitulah kondisi pasar sekarang,” ungkapnya.
Dalam kondisi normal, Qiah mengaku bisa menjual hingga 50 kilogram ayam per hari. Namun saat harga tidak stabil, pendapatannya ikut menurun.
“Sekarang ini harga turun tapi pembeli tetap sedikit. Kalau harga naik juga sepi. Jadi sama-sama terasa,” jelasnya.
Meski begitu, Qiah berharap situasi akan berubah menjelang akhir Ramadan dan mendekati Idulfitri. Biasanya, permintaan daging ayam meningkat pada periode tersebut.
“Biasanya menjelang lebaran pasti ramai, walaupun harga agak naik orang tetap belanja,” pungkasnya.
Editor: Andrian