INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Selain persoalan infrastruktur, masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kalimantan Tengah (Kalteng) juga menyampaikan berbagai aspirasi di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya saat reses Anggota DPRD Provinsi Kalteng Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Dapil II DPRD Kalteng, Pipit Setyorini, dalam Rapat Paripurna Ke-11 Penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 sekaligus Rapat Paripurna Ke-1 Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, Senin, 5 Januari 2026.
Pipit menyampaikan, masyarakat mendorong adanya penguatan ekonomi kerakyatan melalui bantuan alat pertanian, pupuk, serta mesin panen untuk kelompok tani di sejumlah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan.
“Warga juga mengharapkan peningkatan jalan usaha tani sebagai penunjang aktivitas pertanian dan akses distribusi hasil panen,” ujarnya.
Di sektor UMKM, masyarakat meminta adanya pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta bantuan peralatan produksi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga desa, khususnya bagi kelompok perempuan dan pemuda.
Bidang pendidikan juga menjadi perhatian masyarakat. Beberapa desa mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi sekolah, madrasah, serta fasilitas pendukung pendidikan seperti ruang perpustakaan dan sarana belajar.
Selain itu, masyarakat mengusulkan pembangunan dan perbaikan rumah ibadah, termasuk masjid, musala, gereja, serta bantuan sarana penunjang seperti pengeras suara dan fasilitas pendukung kegiatan keagamaan.
Usulan di bidang sosial budaya turut disampaikan, antara lain bantuan alat kesenian, dukungan kegiatan budaya lokal, serta pembangunan sarana olahraga dan gedung serbaguna untuk aktivitas masyarakat.
Di sejumlah wilayah, masyarakat juga meminta perhatian terhadap pengelolaan lingkungan, seperti normalisasi sungai, pembersihan saluran air, serta penataan batas desa dan kawasan hutan.
Menurut Pipit, aspirasi tersebut menunjukkan tingginya harapan masyarakat agar pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial.
“Reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan. Semua aspirasi akan kami inventarisasi dan perjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ia berharap, sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat agar hasil reses benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat di Dapil II.
“Harapan kami Pemprov Kalteng memberikan perhatian yang serius terhadap pemerataan pembangunan dan pengembangan SDM di Kalteng,” pungkasnya.
Editor: Andrian