Tag: Laka Kerja

  • Kasus Kecelakaan Kerja di Pelindo Diselesaikan Secara Kekeluargaan

    Kasus Kecelakaan Kerja di Pelindo Diselesaikan Secara Kekeluargaan

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Kasus kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya di kawasan PT Pelindo III Bagendang akan diselesaikan secara kekeluargaan.

    Meski begitu, kasus tersebut sudah diselidiki dan naik ke laporan polisi dengan Nomor : LP/A/2/IV/2023/SPKT.SATRESKRIM/POLRES KOTAWARINGIN TIMUR/POLDA KALIMANTAN TENGAH.

    Di mana TKP kawasan areal pelabuhan PT Pelindo III Bagendang (Pintu Gerbang keluar) Desa Bagendang Hulu Kecamatan Mentaya Hilir Utara dengan korban MA alias A (32) yang merupakan karyawan swasta di PT Pelindo bagian pemeliharaan.

    Adapun alamat korban Jalan Ali Matnur RT.002 RW.001 Desa Bagendang Hulu Kecamatan Mentaya Hilir Utara, korban meninggal dengan luka bakar pada bagian telapak kaki sebelah kiri, mata kaki sebelah kanan.

    Sementara S (43) korban selamat merupakan warga Jalan Ali Matnur RT.001 RW.001 Des.Bagendang Hulu Kecamatan Mentaya Hilir Utara alami luka bakar di bagian dada, luka bakar di kedua telapak tangan kiri dan kanan, dan luka bakar di bagian telapak kaki kiri dan kanan.

    “Untuk pihak keluarga almarhum telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh Pihak Kontraktor atau Vendor Pekerjaan dan Kami juga telah memberikan tali asih. Sementara rekan kerja almarhum yang selamat dari hasil pemeriksaan medis dinyatakan sehat dan menunggu izin dokter untuk rawat jalan,” kata Akhmad Fajar GM Pelindo III Bagendang, Kamis 13 April 2023.

    Sebelumnya Kapolsek KPM Iptu Sriyono membenarkan, korban meninggal dunia berinisial MA (32) yang merupakan karyawan swasta bagian pemeliharaan di tempat tersebut.

    “Satu meninggal dunia warga Bagendang Hulu, mengalami luka bakar pada bagian telapak kaki sebelah kiri, dan bagian mata kaki sebelah kanan. Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat namun tidak tertolong,” ata Sriyono, Rabu 12 April 2023.

    Sementara itu korban lain adalah S (48) warga bagendang hulu yang selamat dari insiden itu.

    Insiden yang merenggut nyawa itu terjadi sekitar pukul 16:00 WIB, saat itu MA dan S melakukan perbaikan plafon pintu gerbang keluar PT Pelindo Bagendang, sewaktu memperbaiki plafon pintu menggunakan tangga yang terbuat dari bahan alumunium, sekitar jam 16:30 WIB pekerjaan selesai.

    “Ketika kedua korban mau turun, namun tangga bergeser dan mengenai kabel utama PLN sehingga kedua korban tersetrum lalu jatuh di atas atap pos satpam yang mengakibat korban MA meninggal dunia di tempat, sedangkan korban S mengalami luka bakar dan keduanya langsung dibawa ke puskesmas bagendang untuk mendapatkan perawatan dan dilakukan visum, kemudian korban yang selamat dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit,” demikian Sriyono. (**)

    Editor: Irga Fachreza

  • Begini Kronologis Tewasnya Pekerja di Pelindo Bagendang

    Begini Kronologis Tewasnya Pekerja di Pelindo Bagendang

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Seorang Pekerja di PT Pelindo III Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga meninggal dunia akibat kesetrum aliran listrik.

    Kapolsek KPM, Iptu Sriyono menyebut, korban meninggal berinisial MA (32). Korban kata dia, merupakan karyawan swasta bagian pemeliharaan di tempat tersebut.

    “Satu meninggal dunia warga Bagendang Hulu. Korban mengalami luka bakar di bagian telapak kaki sebelah kiri, dan bagian mata kaki sebelah kanan. Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat namun tidak tertolong,” kata Sriyono, Rabu 12 April 2023.

    Sementara itu, S (48) korban lainnya meruakan warga Bagendang Hulu yang selamat dari insiden itu. Meski begitu, dia mengalami luka bakar di bagian dada, kedua telapak kaki dan kedua telapak tangan.

    Insiden yang merenggut nyawa itu terjadi sekitar pukul 16:00 WIB. Saat itu MA dan S melakukan perbaikan plafon pintu gerbang keluar PT Pelindo Bagendang. Ketika memperbaiki plafon pintu menggunakan tangga yang terbuat dari bahan alumunium, sekitar jam 16:30 WIB pekerjaan selesai.

    “Ketika kedua korban mau turun, namun tangga bergeser dan mengenai kabel utama PLN sehingga kedua korban tersetrum lalu jatuh di atas atap pos satpam yang mengakibat korban MA meninggal dunia di tempat, sedangkan korban S mengalami luka bakar dan keduanya langsung dibawa ke puskesmas bagendang untuk mendapatkan perawatan dan dilakukan visum, kemudian korban yang selamat dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit,” demikian Sriyono.

    Saat ini pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi yang sewaktu kejadian berada di lokasi, mengamankan barang bukti, mengamankan lokasi kejadian. (**)

    Editor: Irga Fachreza

  • Legislator Tekankan Perusahaan Perhatikan K3

    Legislator Tekankan Perusahaan Perhatikan K3

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Legislator DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) sekaligus ketua Fraksi PKB M Abadi menekankan kepada para perusahaan besar swasta setempat untuk memperhatikan aturan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku kepada para karyawan.

    “Saya meminta dengan tegas kepada para persuahaan supaya memperhatikan aturan Keselamatan Kesehatan Kerja  sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Abadi. Minggu, 4 Desember 2022.

    Dirinya mengaku prihatin dengan sejumlah insiden yang terjadi belakangan di sejumlah perusahaan di Kotim yang karyawannya diduga mengalami kecelakaan saat bekerja.

    Menurutnya, melalui pelaksanaan K3 lingkungan kerja ini diharapkan tercipta tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi atau terbebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

    “Jadi, pelaksanaan K3 lingkungan kerja dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Juga keselamatan karyawan yang utama,” demikiannya.

    Sebelumnya di salah satu perusahaan galangan tongkang dan perusahaan kelapa sawit salah satu karyawannya menjadi korban kecelakaan kerja, dimana seorang tukang las saat bekerja mengalami luka bakar akibat kecelakaan kerja dimana selang tabung gas yang bocor. Sedangkan satu karyawan pemanen buah kelapa sawit meninggal dunia akibat dijatuhi egrek.

    Editor: Andrian

  • Pemanen yang Kejatuhan Egrek akan Dimakankan di Kampung Halaman

    Pemanen yang Kejatuhan Egrek akan Dimakankan di Kampung Halaman

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Mursalim, seorang pemanen buah kelapa sawit yang kejatuhan egrek di Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim) akan dimakamkan di kampung halaman.

    Menurut Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Uberson, sejumlah saksi telah diperiksa terkait insiden tersebut. Namun pihaknya belum menemukan adanya pidana dalam insiden tersebut.

    “Korban bermana Mursalim meninggal dunia dan telah dipulangkan ke kampung halaman di NTB pada Rabu 30 November lalu sekitar pukul 09:00 WIB,” ungkap Ipda Uberson Kapolsek Mentaya Hulu, Sabtu 3 November 2022.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Mursalim dijatuhi egrek saat duduk beristirahat di area perkebunan kelapa sawit. Dia mengalami luka parah di bagian lengan kanan dan kaki kanannya bercucuran darah.

    Akibat kejadian itu, karyawan lain yang melihat korban lantas memberikan pertolongan pertama dengan peralatan seadanya dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang dialami. (**)

    Editor: Irga Fachreza

  • Terjun Dari Lantai Empat, Tukang Bangunan Tewas

    Terjun Dari Lantai Empat, Tukang Bangunan Tewas

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Seorang tukang bangunan meninggal setelah mengalami kecelakaan kerja terjatuh dari lantai atas gedung darang walet.

    Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Samudin Aman, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, Minggu (14/3/2021).

    Dari hasil identifikasi, kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya Ha (48) warga Kelurahan Pahandut itu karena terpeleset dari lantai 4 sampai ke lantai dasar Gedung sarang walet. Posisi badan tertelungkup ke bawah, menebabkan luka berat di bagian kepala korban.

    Pemilik sarang walet, Dedi Syahrani yag juga saksi kejadian menuturkan setelah mengetahui korban mengalami kecelakaan kerja langsung menghubungi aparat keamanan.

    “Kami menghubungi Polresta Palangka Raya untuk dilakukan evakuasi agar dilakukan otopsi di RS Silvanus,” ucap Dedi.

error: Content is protected !!