INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan mendapat remisi bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Sebanyak 509 orang menerima remisi umum, sementara 571 orang lainnya memperoleh remisi dasawarsa.
Penyerahan remisi digelar di halaman Kantor Bupati Katingan, Minggu (17/8/2025). Bupati Katingan Saiful menyerahkan secara simbolis remisi kepada dua warga binaan. Ia didampingi Wakil Bupati Firdaus dan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lapas Narkotika Kasongan, Eka Prayitno.
Saiful menegaskan, remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana. Menurutnya, pemberian remisi diharapkan bisa menjadi motivasi agar para narapidana semakin disiplin dan aktif mengikuti pembinaan.
“Momen ini juga pengingat bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujar Saiful.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Yurdani, mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Daerah Katingan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut sinergi dengan pemda sangat penting untuk memperkuat proses pembinaan warga binaan.
“Remisi adalah bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang sudah berperilaku baik dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh. Semoga ini bisa memotivasi mereka untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat,” kata Yurdani.
Ia menambahkan, remisi tidak hanya sebatas pengurangan masa hukuman, tetapi juga bagian dari proses pemulihan sosial. Dengan adanya remisi, warga binaan didorong lebih aktif mengikuti program pembinaan yang telah disiapkan oleh lapas.
Yurdani menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan pembinaan terbaik bagi warga binaan dengan prinsip pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan, serta berorientasi pada pemulihan sosial.
“Pemberian remisi ini diharapkan bisa menjadi titik balik positif bagi warga binaan. Dengan semangat kemerdekaan, mereka diingatkan bahwa kesempatan untuk berubah selalu terbuka lebar,” pungkasnya.
Editor: Andrian