
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah bagi masyarakat Kalimantan Tengah justru diwarnai kekhawatiran akibat cuaca ekstrem dan lonjakan harga kebutuhan pokok.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di beberapa wilayah, termasuk Kalimantan. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan longsor.
Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah mitigasi. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi virtual yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
“Setiap daerah diharapkan memantau peringatan dini BMKG dan segera mengambil langkah mitigasi. Kami tidak ingin masyarakat menghadapi bencana sendirian,” kata Tito.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, turut hadir dalam rapat tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng siap menjalankan arahan pemerintah pusat.
Selain cuaca ekstrem, kenaikan harga kebutuhan pokok juga menjadi persoalan yang harus diantisipasi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa inflasi kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Makanan, minuman, dan tembakau adalah kelompok yang paling sering mengalami inflasi,” ujarnya.
Untuk menekan dampak kenaikan harga, Pemprov Kalteng berencana menggelar pasar murah di beberapa titik.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang wajar. Program ini akan berjalan sepanjang Ramadan,” ujar Yuas Elko.
Bagi petani seperti Supardi, yang berkebun di Kalampangan, cuaca ekstrem justru menjadi ancaman.
“Hujan deras bisa membuat zat asam naik. Ini sangat tidak baik untuk tanaman cabai saya, apalagi kalau sampai kebanjiran,” ujarnya.
Ia mengkhawatirkan dampak gagal panen yang bisa mengurangi pendapatannya, sehingga sulit mencukupi kebutuhan pokok.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga agar dampak inflasi tidak semakin memberatkan masyarakat.
Warga berharap Ramadan tetap menjadi bulan penuh berkah meskipun harus menghadapi tantangan cuaca dan ekonomi.
Ramadan kali ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga perjuangan menghadapi ujian alam dan kehidupan.
Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit