INTIMNEWS.COM – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions UEFA setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 dalam partai final musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu tersebut menjadi salah satu final paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir.
Arsenal tampil percaya diri sejak awal pertandingan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-6. Gol cepat tersebut membuat The Gunners mengendalikan jalannya laga pada babak pertama dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan PSG.
Meski tertinggal, PSG tetap menunjukkan mental juara. Tim asuhan Luis Enrique terus menekan dan mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Usaha PSG akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua ketika mereka berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir meski kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan.
Babak perpanjangan waktu berlangsung ketat. Arsenal dan PSG bermain hati-hati sambil tetap berusaha mencari gol penentu. Namun hingga 120 menit pertandingan selesai, skor tetap imbang sehingga juara harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti, para eksekutor PSG tampil lebih tenang dan efektif. Sementara itu, Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah dua penendangnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhães, gagal menjalankan tugas dengan baik.
Kegagalan dua pemain tersebut menjadi titik balik yang menentukan hasil akhir. PSG akhirnya keluar sebagai pemenang adu penalti dengan skor 4-3 dan memastikan trofi Liga Champions kembali dibawa pulang ke Paris.
Keberhasilan ini menegaskan dominasi PSG di sepak bola Eropa. Setelah meraih gelar musim lalu, Les Parisiens kembali menunjukkan kualitas dan mental juara saat menghadapi tekanan di laga terbesar musim ini.
Pelatih Luis Enrique mendapat pujian atas kemampuannya membangun tim yang solid, seimbang, dan mampu tampil efektif dalam momen-momen krusial. Sementara itu, para pemain PSG menunjukkan ketenangan luar biasa ketika pertandingan harus ditentukan dari titik putih.
Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi pukulan berat setelah perjalanan impresif mereka sepanjang kompetisi. Pasukan Mikel Arteta tampil kompetitif dan nyaris mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Meski gagal di final, penampilan Arsenal sepanjang musim menunjukkan bahwa mereka kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dan memiliki fondasi kuat untuk bersaing di masa depan.
Pada akhirnya, malam final tersebut menjadi milik PSG. Melalui kemenangan adu penalti 4-3 setelah bermain imbang selama 120 menit, klub asal Prancis itu sukses mempertahankan mahkota Liga Champions dan kembali mengukuhkan diri sebagai penguasa Eropa. (AFS)