INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan mulai menyalurkan program seragam dan sepatu gratis bagi siswa kurang mampu pada 2026.
Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng menyiapkan anggaran sekitar Rp49 miliar untuk mendukung program tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan proses pengadaan saat ini tengah berjalan.
“Kami masih mencari pilihan bahan yang terbaik dengan harga termurah. Alhamdulillah sudah dapat kemarin, sekarang sedang dalam proses produksi,” ujar Reza di Palangka Raya, Selasa, 23 September 2025.
Menurut Reza, program ini tidak ditujukan untuk seluruh siswa, melainkan hanya bagi pelajar yang benar-benar membutuhkan.
“Alhamdulillah, kemarin ada sekitar 34.000 calon penerima yang sudah kami data bersama-sama,” ungkapnya.
Bantuan yang diberikan mencakup empat stel seragam dan satu pasang sepatu bagi setiap siswa penerima.
Distribusi bantuan dijadwalkan dilakukan setelah peluncuran program Kartu Huma Betang, yang diperkirakan berlangsung tahun depan.
“Setelah Kartu Huma Betang, pengadaannya sekarang, tetapi distribusi dilaksanakan tahun depan,” kata Reza.
Awalnya, program seragam gratis direncanakan untuk seluruh siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
Namun, jumlah siswa baru mencapai lebih dari 35.500 orang, melebihi estimasi sebelumnya yang hanya 33.000 siswa.
Akibatnya, bantuan difokuskan bagi siswa kurang mampu untuk memastikan efektivitas program.
“Karena jumlah siswa melebihi estimasi dalam perencanaan sebelumnya, perlu ada penyesuaian jumlah penerima agar bantuan tepat sasaran,” jelas Reza.
Meski demikian, seluruh siswa kelas X tetap akan menerima bantuan seragam dengan ketentuan berbeda.
“Untuk siswa kurang mampu atau miskin ekstrem, akan diberikan empat stel baju (putih abu-abu, batik, pramuka, olahraga) dan satu pasang sepatu. Sedangkan siswa yang mampu tetap mendapat baju batik dan baju olahraga, selebihnya membeli sendiri,” pungkasnya.
Penulis: Redha | Editor: Andrian