INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, resmi meluncurkan program 100 hari kerja sebagai langkah awal dalam mewujudkan perubahan nyata bagi provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai.
Langkah ini ia sampaikan dalam pidato politiknya saat Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025 yang digelar di Gedung DPRD Kalimantan Tengah, Rabu (5/3/2025).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pondasi kuat bagi kemajuan Kalimantan Tengah, dengan mengusung semangat kerja cepat, tepat, dan kolaboratif.
“Walaupun kita berbeda-beda warna, bukan berarti kita harus terpecah. Justru kita harus bersatu untuk kepentingan daerah,” ucap Agustiar di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan yang hadir.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat persatuan yang diusung sang gubernur.
Dalam pemaparannya, Agustiar menekankan bahwa program Asta Cita dan visi-misi strategis telah disusun secara sistematis sebagai kerangka kerja utama dalam 100 hari pertamanya menjabat.
Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain pembangunan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah tertinggal.
Ia menyadari bahwa keberhasilan program 100 hari kerja sangat bergantung pada dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, legislatif, dan seluruh elemen birokrasi.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar program ini bisa berjalan dengan baik. Keberhasilan 100 hari pertama akan menjadi fondasi bagi pembangunan jangka panjang Kalteng,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agustiar menegaskan bahwa kebijakan dan program kerja yang dijalankan akan diselaraskan dengan misi nasional Presiden RI, hingga menjangkau daerah-daerah terpencil dan terluar.
Menurutnya, transformasi pelayanan publik menjadi salah satu indikator utama yang akan diperbaiki dalam waktu singkat, agar masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya.
Tak hanya itu, pendekatan partisipatif juga akan dioptimalkan melalui komunikasi langsung dengan masyarakat dan pelibatan tokoh adat serta tokoh agama.
Gubernur menambahkan bahwa dirinya tidak ingin program ini hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar menjadi pijakan awal perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat dari semua pihak, Gubernur optimistis Kalimantan Tengah mampu melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
“Mari kita jaga semangat persatuan ini. Karena jika kita bersatu, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi Kalteng,” pungkasnya.
Penulis: Redha
Editor: Andrian