INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan produktivitas jagung melalui program swasembada pangan. Salah satu upaya strategis dilakukan dengan menanam varietas benih unggul jagung hibrida BISI-18 di Kelurahan Pager, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. 10 Oktober 2025)
Jagung menjadi komoditas penting sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Penanaman varietas hibrida unggul ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng, Rendy Lesmana, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat pemerintah dan kelompok tani, untuk memastikan keberhasilan Program Swasembada Pangan Nasional. Program ini mencakup optimalisasi lahan, pendampingan teknis, dan pembinaan petani.
Rendy menyebut kendala yang dihadapi adalah keterbatasan SDM. Oleh karena itu, dukungan Polri dan stakeholder terkait diharapkan bisa memotivasi petani untuk menanam jagung sesuai arahan program. “Sinergi menjadi kunci pencapaian target swasembada jagung,” ujarnya.
Varietas jagung BISI-18 dipilih karena mampu beradaptasi di lahan berpasir dengan kesuburan rendah, tahan penyakit bulai dan karat daun, serta memiliki masa panen 100–105 hari. Dalam kondisi optimal, varietas ini mampu menghasilkan 10–12 ton per hektar, empat kali tanam setahun.
Penyuluh TPHP Prov. Kalteng, Rihanae, menjelaskan, jagung pipilan dari varietas hibrida memiliki kualitas biji seragam dan nilai jual tinggi, sehingga penyerapan pasar menjadi lebih mudah. Hal ini mendukung kelangsungan ekonomi petani setempat.
Kalpolda Kalteng, Iwan Kurniawan, menambahkan, Perum Bulog Kalteng siap menyerap hasil panen yang memenuhi standar mutu, kadar air 18–20 persen, dengan harga Rp5.500 per kilogram. Panen kuartal III bulan September 2025 telah diserap, termasuk 1 ton dari Kelurahan Pager.
Gerak Tanam Jagung Serentak se-Indonesia yang digelar offline dan online di Kalteng mencakup 128 hektar di 101 titik lokasi. Sisa target tanam 6.691,75 hektar akan dilakukan bertahap menyesuaikan persiapan lahan dan ketersediaan sarana produksi.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian dan Pengawas Benih Tanaman memastikan kualitas jagung pipilan melalui pengambilan contoh representatif, pengeringan hingga kadar air 14 persen, dan pemeliharaan mutu di gudang penyimpanan. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan pangan dan nilai jual jagung.
Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah, meningkatkan produktivitas jagung, dan memberdayakan petani secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan petani menjadi kunci utama keberhasilan.
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA —
Penulis :
Editor :