INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah(Kalteng) berhasil menorehkan prestasi membanggakan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah produk lokal kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga berhasil menembus pasar ekspor.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng beberapa produk UMKM yang diminati pasar global antara lain bawang Dayak, ikan pipih, dan ikan nila. Produk-produk tersebut dinilai memiliki kualitas dan keunikan yang mampu bersaing di pasar internasional.
Capaian ini mendapat dukungan dari Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafisiah. Ia menilai keberhasilan UMKM Kalteng menembus pasar luar negeri merupakan hasil dari kerja keras pelaku usaha serta dukungan berbagai pihak.
Siti berharap ke depan pengembangan UMKM dapat semakin ditingkatkan agar prestasi tersebut bisa terus berlanjut dan memberi dampak luas bagi perekonomian daerah.
“Tentu saja kami berharap ini ke depannya semakin lebih baik dan mendapat perhatian,” ujar Siti saat diwawancarai usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalteng belum lama ini.
Menurutnya, dukungan pemerintah harus merata di seluruh daerah pemilihan di Kalteng, mulai dari Dapil I hingga Dapil V. Ia menilai setiap daerah memiliki potensi UMKM yang perlu terus didorong dan dikembangkan.
“Seluruh dapil, dari I sampai V, harapannya bantuan dari pemerintah itu terus ditingkatkan berkenaan dengan pemberdayaan UMKM,” jelasnya.
Siti mengungkap, saat penyampaian hasil reses sebagian besar masyarakat lebih dominan meminta bantuan kepada pemerintah berupa alat-alat yang bisa digunakan untuk menunjang produktivitas usaha mereka.
Srikandi partai Golkar itupun menginstruksikan kepada pemerintah jika bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha. Dengan begitu, bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
“Bantuan berupa alat-alat yang sesuai dengan UMKM-nya masing-masing, ada yang bantuan mesin jahit, bantuan untuk membuat kerupuk ikan, dan sebagainya,” katanya.
Siti juga mengapresiasi respons pemerintah daerah yang dinilai cukup cepat dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pengembangan UMKM.
“Sejauh ini saya melihat pemerintah sudah cukup responsif terhadap berbagai keinginan dari masyarakat untuk memajukan UMKM di Kalteng,” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya penguatan UMKM harus terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan pengembangan UMKM terletak pada sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat dinilai mampu mendorong UMKM Kalteng naik kelas dan berdaya saing internasional.
“Kedepannya harus lebih ditingkatkan lagi. Yang penting itu adalah sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat agar semuanya bisa terdorong dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Andrian