INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Air bersih yang mengalir ke rumah warga Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dapat berubah menjadi asin atau payau saat kemarau panjang. Kondisi ini berkaitan dengan fenomena alam yang dikenal sebagai intrusi air laut, ketika air laut masuk dan bercampur dengan aliran air tawar.
Direktur Tirta Arut, Supriansyah, menjelaskan perubahan kondisi air tersebut berkaitan dengan menurunnya debit air tawar selama musim kemarau. Menurut dia, fenomena ini menjadi salah satu tantangan dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Kemarau panjang membuat curah hujan berkurang sehingga pasokan air tawar dari hulu sungai menurun. Ketika aliran air tawar melemah, kemampuan sungai menahan masuknya air laut dari wilayah muara juga berkurang.
Akibatnya, air laut dapat merangsek lebih jauh ke aliran sungai yang menjadi sumber air baku. Air yang bercampur dengan air laut kemudian berpotensi memiliki rasa asin atau payau sebelum diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.
Fenomena tersebut dapat terjadi di daerah yang mengandalkan sungai dekat kawasan pesisir sebagai sumber air baku. Karena itu, perubahan rasa air saat kemarau tidak selalu berkaitan dengan gangguan jaringan distribusi, tetapi dapat dipengaruhi kondisi alam di sumber air.
Supriansyah mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah kondisi tersebut. “Intinya, kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya, Minggu (18/10/2026).
Selain menghadapi tantangan penyediaan air akibat kemarau, Tirta Arut juga menyalurkan air ke desa-desa yang terdampak kekeringan. Upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih ketika sumber air setempat mengalami penurunan.
Distribusi air tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan air bagi warga yang kesulitan memperoleh pasokan selama musim kemarau. Kebutuhan air bersih semakin penting ketika kekeringan berlangsung lama dan sumber air masyarakat mulai terbatas.
Di sisi lain, perubahan rasa air perlu dipahami sebagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi sumber air baku. Masyarakat dapat menyampaikan keluhan kepada pihak Tirta Arut apabila mendapati perubahan kualitas air, sehingga kondisi tersebut dapat ditindaklanjuti dan memperoleh penjelasan yang tepat.
Kemarau panjang menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih sangat dipengaruhi kondisi lingkungan dan cuaca. Di tengah situasi tersebut, upaya menjaga pelayanan distribusi serta membantu desa-desa terdampak kekeringan menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kobar.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian