INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Perempuan dan anak-anak masih menjadi kelompok yang paling rentan mengalami tindak kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng, Linae Victoria Aden usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, beberapa waktu lalu
“Perempuan dan anak adalah orang-orang yang mempunyai risiko dan rentan terhadap terjadinya kekerasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kekerasan seksual tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Menurutnya, persoalan ekonomi hingga pola asuh yang tidak tepat menjadi faktor yang saling berkaitan dan berpengaruh terhadap karakter seseorang.
“Kekerasan seksual itu banyak penyebabnya. Tidak hanya ekonomi, tapi juga pola asuh yang salah. Ini sangat berpengaruh terhadap karakter dan cara pandang seseorang terhadap seksualitas,” jelasnya.
Linae menilai, pembentukan karakter harus dimulai sejak dini, terutama di lingkungan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku anak.
“Pola asuh itu dimulai dari keluarga. Keluarga yang tangguh, berkualitas, dan pernikahan yang dilakukan pada usia matang akan melahirkan anak-anak dengan karakter yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, tanggung jawab pendidikan karakter tidak berhenti di lingkungan rumah tangga. Saat anak memasuki usia sekolah, peran pendidik juga menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian anak.
“Bukan hanya di rumah, tapi saat anak masuk sekolah, para pendidik juga memiliki tanggung jawab dalam pendidikan karakter,” ucapnya.
Untuk mengetahui lebih jauh terkait data dan penanganan kasus kekerasan, Linae mengimbau masyarakat agar tidak ragu mendatangi petugas di DP3APPKB Kalteng.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak agar kasus kekerasan dapat dicegah dan ditangani secara lebih efektif.
Editor: Andrian