website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Penyakit ISPA Meningkat di Kobar, Tembus 566 Kasus Saat Karhutla Menguat

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat di Kabupaten Kotawaringin Barat saat aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menguat pada musim kemarau.

Dinas Kesehatan Kobar mencatat 566 kasus ISPA dalam satu pekan, menjadi angka tertinggi selama periode pemantauan hingga minggu epidemiologi ke-38 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino mengatakan kasus ISPA mulai menunjukkan kenaikan yang lebih nyata sejak minggu epidemiologi ke-29.

“Pada minggu ke-28, jumlah kasus tercatat 335 kasus, kemudian meningkat menjadi 457 kasus pada minggu ke-29,” katanya, Rabu (7/10/2026).

Pasang Iklan

Kenaikan berlanjut pada minggu ke-30 dengan 468 kasus. Angka tersebut kemudian mencapai puncak pada minggu ke-31 sebanyak 566 kasus. Dibandingkan minggu ke-28, jumlah kasus pada puncak tersebut meningkat sekitar 68,9 persen.

Setelah mencapai puncak, kasus ISPA sempat turun menjadi 422 kasus pada minggu ke-34. Namun penurunan belum berlangsung konsisten karena kasus kembali naik menjadi 534 kasus pada minggu ke-35.

Pada minggu ke-36, tercatat 471 kasus ISPA, kemudian meningkat menjadi 503 kasus pada minggu ke-37. Memasuki minggu ke-38, jumlah kasus turun menjadi 487 kasus atau berkurang sekitar 3,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Meski menurun, 487 kasus pada minggu ke-38 masih sekitar 45,4 persen lebih tinggi dibandingkan 335 kasus pada minggu ke-28. Secara kumulatif, Dinas Kesehatan mencatat sekitar 15.076 kasus ISPA selama minggu epidemiologi 1 hingga 38.

Hardino mengatakan peningkatan ISPA tersebut secara waktu beriringan dengan meningkatnya aktivitas karhutla.

“Paparan asap dan partikulat akibat kebakaran menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan penyakit pernapasan di Kobar,” jelasnya.

Pasang Iklan

Namun, Dinas Kesehatan tidak menyimpulkan karhutla sebagai penyebab tunggal peningkatan ISPA. Faktor lain seperti kualitas udara, kondisi cuaca, infeksi saluran pernapasan, mobilitas penduduk, aktivitas masyarakat dan perilaku mencari pelayanan kesehatan juga dapat memengaruhi jumlah kasus.

Berdasarkan distribusi kasus, Puskesmas Sungai Rangit mencatat kasus ISPA terbanyak dengan 2.703 kasus. Disusul Puskesmas Kumai 1.470 kasus, Madurejo 1.411 kasus, Karang Mulya 1.152 kasus dan Mendawai 1.059 kasus. Lima fasilitas tersebut menyumbang sekitar 51,7 persen dari total kasus.

Selain ISPA, hingga minggu ke-38 tercatat sekitar 3.419 kasus diare akut, 1.041 kasus pneumonia dan 418 kasus ILI. Dinkes Kobar tetap memantau perkembangan penyakit pernapasan seiring kondisi karhutla dan kualitas udara.

Data tersebut menunjukkan peningkatan ISPA paling menonjol terjadi pada periode ketika aktivitas karhutla menguat. Meski kasus telah turun dari puncaknya, angka pada minggu ke-38 masih relatif tinggi sehingga perkembangan ISPA, kualitas udara dan kondisi lingkungan perlu terus dipantau.

Penulis: Yusro 

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!