INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sejak tahun 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 sebagai Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Ikrar Sumpah Pemuda itu berbunyi sebagai berikut:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonsia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indoensia.
Sumpah Pemuda merupakan salah satu prestasi besar karena menegaskan cita-cita akan “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”.
Tak hanya sebagai peristiwa historis, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda pun harus diperkenalkan serta ditanamkan pada setiap pemuda masa kini untuk semangat dalam berjuang, meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan, toleransi, bertanggung jawab, disiplin diri, berwawasan serta memiliki rasa nasionalisme tinggi.
Doniy selaku koordinator wilayah Kalimantan Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI) memberikan sedikit penjelasan bahwa pemuda merupakan tulang punggung bangsa, pewaris masa depan bangsa.
“Di tangan pemuda juga, masa depan bangsa ini ditentukan serta dipertaruhkan sehingga sebagai aset berharga sebuah bangsa maka baik atau buruknya bangsa kedepannya tergantung pada generasi mudanya saat ini,” ujar Doniy, Kamis 28 Oktober 2021.
Lajut Doniy, jika pemuda di masa dulu, berhasil menorehkan catatan sangat besar untuk bangsa dan negara dengan harus bersatu melawan penjajah demi mencapai sebuah persatuan, maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai pemuda-pemudi saat ini harus memberikan torehan terbaik di sepanjang hidup kita dengan berperan dalam hal apapun.
Doniy juga menyampaikan, pemuda harus percaya bahwa pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu lahir anak muda yang mempeloporinya. “Maka yakinkan dan pastikan kamu adalah salah satu pemuda yang menjadi pelopor perubahan untuk bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
“Maka Habiskan masa muda dengan selalu berperan dalam segala hal serta hadapi berbagai tantangan, agar kelak di masa tua tidak lagi dihantui oleh penyesalan tapi disambut oleh hangatnya senyuman. Mari Berperan Bukan Baperan,” pungkas Doniy.