INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mempercepat pembangunan daerah melalui capaian Program 100 Hari Kerja. Hal ini disampaikan dalam peluncuran resmi program oleh Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur (Wagub) H. Edy Pratowo, Senin, 2 Juni 2025.
Salah satu fokus utama adalah penataan birokrasi yang lebih efisien dan transparan. Pemprov Kalteng berhasil mencatat efisiensi anggaran hingga 162,71 persen dari target, sebuah pencapaian yang diapresiasi oleh berbagai kalangan.
Selain itu, proses pelantikan pejabat dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dilakukan sesuai jadwal, menunjukkan komitmen dalam reformasi birokrasi.
Penanggulangan bencana turut menjadi sorotan, dengan respon cepat terhadap kebakaran hutan dan banjir. Pemerintah menerapkan teknologi deteksi dini dan membentuk pos-pos lapangan sebagai bentuk kesiapsiagaan.
Dalam mendukung pembangunan jangka panjang, Pemprov Kalteng merancang sejumlah proyek strategis seperti pendalaman alur Kapuas–Murung dan pembangunan Bendungan Muara Juloi. Proyek ini ditujukan untuk mendukung ketahanan air dan pertanian.
Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya dalam penguatan desa. “Kami ingin membangun dari pinggiran, memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan baru,” ujarnya.
Pemprov membuka peluang kerja sama pembiayaan pembangunan melalui skema business-to-business (B-to-B) untuk mendukung pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Menurut Wagub Edy Pratowo, capaian ini merupakan pondasi penting dalam mencapai visi Kalteng BERKAH 2025–2030. Ia juga menegaskan bahwa seluruh program dirancang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Sejak awal, Pak Gubernur menekankan pentingnya kerja nyata dan target yang terukur. Ini bukan soal janji, tapi realisasi,” ujar Edy.
Pemerintah Provinsi juga menegaskan keterbukaan terhadap kritik. “Kritik adalah vitamin yang menguatkan semangat kami untuk terus memperbaiki diri,” pungkas Edy Pratowo.
Editor: Andrian