INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan evaluasi data tiga tahun terakhir untuk mengidentifikasi komoditas yang kerap memicu inflasi saat Ramadan. Evaluasi tersebut dibahas dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (12/1/2026).
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekobang, Yuas Elko, mengatakan bahwa pendekatan berbasis data menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan.
“Data tiga tahun ke belakang perlu dilihat, bahan apa saja yang selalu mengalami kenaikan setiap Ramadan,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa pemetaan komoditas yang jelas, upaya pengendalian inflasi akan sulit dilakukan secara efektif.
Yuas Elko menilai sejumlah bahan pokok cenderung berulang kali menjadi penyumbang inflasi musiman.
Dengan mengetahui pola tersebut, pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi lebih dini.
Evaluasi data ini juga melibatkan laporan dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. Setiap daerah diminta mencatat kondisi harga dan stok secara detail. mengingat data yang diberikan bahwa Bawang Merah, Lombok dan Daging selalu mengalami peningkatan.
“Karena saat Ramadan tiba, ruang gerak kita sudah sangat terbatas,kita sudah ada data dari tiga tahun terakhir seperti yang dilaporkan kepada kemendagri pada rapat tadi bahwa ada tiga bahan yang selalu naik pada bulan Puasa,” katanya.
Oleh karena itu, tindakan harus dilakukan sebelum lonjakan harga terjadi.
Pemprov Kalteng berharap evaluasi data ini mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Penulis Redha
Editor Andrian