INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (12/1/2026).
Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekobang), Yuas Elko, didampingi unsur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah serta perangkat daerah terkait.
Yuas Elko menegaskan bahwa kenaikan harga pangan kerap terjadi setiap Ramadan dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, kewaspadaan harus dilakukan sejak jauh hari.
“Setiap Ramadan kita selalu melihat kenaikan harga pangan. Padahal kita rapat setiap minggu dan segera berkoordinasi. Jangan pernah menganggap remeh,” tegas Yuas Elko.
Ia menilai, persiapan lebih awal menjadi kunci agar pemerintah daerah tidak terlambat mengambil langkah ketika lonjakan harga sudah terjadi di pasar.
Yuas Elko menyebutkan bahwa inflasi Kalimantan Tengah saat ini berada di angka 3,13 persen. Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk ditekan agar tidak semakin meningkat saat Ramadan.
“Inflasi di 3,13 ini menjadi PR bagi kita semua untuk menurunkannya. Karena itu Biro Ekonomi diminta menjadikan pengendalian inflasi sebagai fokus utama,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memperkuat koordinasi dan pemantauan harga kebutuhan pokok di lapangan.
Pemprov Kalteng juga mendorong agar pemerintah kabupaten dan kota turut aktif melaporkan perkembangan harga dan stok pangan di wilayahnya.
Langkah antisipatif yang disiapkan meliputi pasar murah, subsidi harga, serta pasar penyeimbang guna melindungi daya beli masyarakat.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng memastikan stabilitas harga dan menjaga kesejahteraan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Penulis Redha
Editor Andrian