INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Proyek pembangunan jalan Hayaping–Patung yang menghubungkan beberapa kawasan di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah (Kalteng), dipastikan tetap berjalan pada tahun ini meski mengalami penyesuaian anggaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng, Juni Gultom, menegaskan bahwa proyek vital tersebut tidak akan dihentikan, meski pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Itu nanti akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tahun ini sudah dikerjakan,” ujar Juni Gultom di Palangka Raya, Jumat (12/9), menanggapi kekhawatiran publik mengenai kelanjutan proyek.
Penyesuaian anggaran ini dilakukan untuk memastikan proyek tetap berjalan sesuai dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas. Pekerjaan akan dilanjutkan secara bertahap, dengan memperhatikan kebutuhan dan situasi di lapangan, agar tidak membebani keuangan daerah yang sedang menghadapi tekanan fiskal.
Proyek jalan Hayaping–Patung sebelumnya sempat menjadi sorotan publik, setelah mengalami perubahan signifikan pada anggaran yang dialokasikan. Awalnya, proyek ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar dari Pemprov Kalteng, ditambah Rp7 miliar dari dana aspirasi Anggota DPRD Kalteng, Ampera A.Y. Mebas. Namun, nilai lelang proyek sempat turun menjadi sekitar Rp19 hingga Rp20 miliar sebelum akhirnya dilakukan adendum yang mengurangi sisa anggaran menjadi Rp5,9 miliar.
Setelah melalui pembahasan lanjutan antara pemerintah provinsi dan DPRD, akhirnya sebagian anggaran dikembalikan, dan proyek ini kini memiliki total anggaran sebesar Rp15 miliar. Meski anggaran yang tersedia tidak sebesar yang semula direncanakan, adanya penambahan ini disambut baik oleh anggota DPRD Kalteng, Ampera A.Y. Mebas.
“Jadi Rp15 miliar yang dikembalikan. Tapi tidak seperti semula, karena keadaan keuangan daerah. Tapi kami bersyukur sudah ada peningkatan. Janjinya tahun depan lanjut lagi,” kata Ampera. Politisi PDI Perjuangan ini sebelumnya getol mengkritisi pemangkasan anggaran proyek tersebut, karena dinilai menghambat pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya.
Sebagai mantan Bupati Bartim dua periode, Ampera menilai bahwa jalan Hayaping–Patung sangat penting bagi konektivitas antar wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berharap proyek tersebut bisa segera selesai dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Bartim, khususnya dalam hal mobilitas dan aksesibilitas.
Pemerintah provinsi memastikan bahwa tahapan pekerjaan akan terus diawasi secara ketat untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. “Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat dan mendukung pemerataan infrastruktur di wilayah timur Kalteng,” tambah Juni.
Peningkatan anggaran yang kini lebih stabil membuka peluang bagi percepatan pengerjaan proyek pada tahun anggaran berikutnya. Masyarakat setempat pun berharap proyek ini selesai tepat waktu, sehingga akses transportasi di daerah mereka semakin lancar, mendukung kegiatan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kepastian kelanjutan pengerjaan proyek ini, diharapkan dapat mengurangi kesenjangan infrastruktur antara wilayah-wilayah di Kalteng. Selain itu, pembangunan jalan ini juga diharapkan mampu menarik investasi dan mempercepat pembangunan sektor lain di Barito Timur dan sekitarnya.
Masyarakat setempat pun berharap agar proyek ini terus mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik dari sisi anggaran maupun pelaksanaan agar dapat segera dinikmati manfaatnya. Sebagai proyek yang mempengaruhi banyak pihak, baik masyarakat umum maupun pelaku ekonomi lokal, jalan Hayaping–Patung diharapkan menjadi simbol kemajuan infrastruktur di Kalimantan Tengah.
Dengan dukungan penuh dari DPRD Kalteng dan pemerintah daerah, proyek jalan ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai dengan hasil yang optimal.









