INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Seorang nelayan menemukan mayat di perairan Tanjung Puting, wilayah Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Selasa (22/9/2026). Mayat tersebut rencananya dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Kumai.
Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Pos Kumai Letda Pom S. Listyo membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurut dia, proses evakuasi dilakukan pada Selasa malam.
“Iya bang, malam ini mau dievakuasi di PPI Kumai,” kata Listyo saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Listyo mengatakan kapal nelayan yang membawa atau menemukan mayat tersebut masih dalam perjalanan menuju lokasi evakuasi. Setelah tiba, korban akan dibawa ke PPI Kumai untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk kapal nelayan belum sampai,” ujarnya.
Dia menegaskan identitas mayat belum diketahui. Pihaknya juga belum memiliki data yang dapat memastikan korban berkaitan dengan kapal yang tenggelam.
“Kalau mayat seperti itu sudah tidak ada datanya. Kita hanya penemuan mayat dan keterangan nanti dari pihak tim evakuasi,” katanya.
Meski demikian, penemuan mayat tersebut diduga berkaitan dengan insiden kapal tenggelam di wilayah perairan Kumai. Listyo menyebut salah satu kemungkinan mengarah pada kapal Virgo.
“Kemungkinan kapal Virgo,” ujarnya.
Dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Listyo menyebut sebelumnya terdapat informasi mengenai penemuan dua korban di kawasan Serutan yang disebut menggunakan swempes.
“Karena di Serutan ditemukan dua juga pakai swempes. Nanti tunggu keterangan nelayan yang menemukan pastinya,” katanya.
Setelah dievakuasi ke PPI Kumai, korban rencananya dibawa ke Banjarmasin untuk proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut.
Kepastian identitas korban dan apakah penemuan tersebut berkaitan dengan kapal tenggelam masih menunggu hasil identifikasi serta keterangan resmi dari pihak terkait.
Berdasarkan video yang beredar, terlihat nelayan menemukan dan mengevakuasi mayat dari perairan Tanjung Puting, Kumai. Video tersebut menjadi dokumentasi penemuan, sedangkan identitas korban dan keterkaitannya dengan kapal tenggelam masih menunggu konfirmasi resmi.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian