Oleh: Muhammad Ilmi
Ketua KSEI FEBI IAIN Palangka Raya
Hari sumpah pemuda bukan hanya ajang seremonial memperingati harinya, namun bagaimana kita sebagai pemuda bisa mereflesikan kembali perjuangan yang sudah dilakukan oleh pemuda terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia.
Sumpah pemuda merupakan salah satu prestasi besar karena menegaskan cita-cita akan “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Tak hanya sebagai peristiwa historis, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda pun harus diperkenalkan serta ditanamkan pada setiap pemuda masa kini untuk semangat dalam berjuang, meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan, toleransi, bertanggung jawab, disiplin diri, berwawasan serta memiliki rasa nasionalisme tinggi.
Pemuda merupakan tulang punggung bangsa, pewaris masa depan bangsa dan ditangan pemuda juga masa depan bangsa ini ditentukan serta dipertaruhkan sehingga sebagai aset berharga sebuah bangsa maka baik atau buruknya bangsa Kedepannya tergantung pada generasi mudanya saat ini.
Sebagai Ketua KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) FEBI IAIN Palangka Raya, saya mengajak seluruh pemuda untuk juga memperhatikan perkembangan ekonomi syariah saat ini, kerena dengan perkembangannya tersebut akan menjadikan ekonomi syariah digunakan sebagai sistem perekonomian di negara ini maupun dunia.
Untuk mencapai tujuan tersebut tidak akan terealisasikan jika peran pemuda tidak terlibat di dalamnya, pemuda juga harus terlibat langsung dalam perjuangan untuk mencapai tujuan tersebut.
Jika hanya mengandalkan lembaga-lembaga syariah semata, tujuan tersebut akan sulit terwujud bahkan bisa tidak akan terwujud jika peran pemuda tidak ikut terlibat, apakah itu dari kalangan organisasi mahasiswa maupun organisasi kepemudaan yang mempunyai prinsip untuk mengembangakan ekonomi syariah agar mampu terlibat dan berkolaborasi bersama.