
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) merupakan suatu upaya terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan sanitasi dan perencanaan pembangunan sanitasi yang responsif dan berkelanjutan.
Sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 648-103/Kep/Bangda/2022 tanggal 24 Januari 2022 tentang Penetapan Pendampingan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota pada Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman Tahun 2022, bahwa Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur ditetapkan sebagai kabupaten yang memperoleh pendampingan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) tahun 2022 dari pemerintah pusat.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur mengikuti Coaching Clinic penyusunan SSK Program PPSP. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekda dan perangkat daerah dari masing-masing kabupaten.
Mewakili Gubernur Kalteng, Staf Ahli Gubernur Bidang KSDM Suhaemi membuka kegiatan Coaching Clinic 1 Implementasi SSK Program PPSP Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur digelar di Ruang Rapat Kantor Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis 23 Juni 2022.
“Program ini dilakukan secara bertahap yang melibatkan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dimaksudkan untuk pengarusutamaan pembangunan sanitasi agar pembangunan dan layanan sanitasi dapat diakses oleh seluruh masyarakat,” kata Suhaemi dalam sambutannya.
Ia menyebut, pertemuan hari ini dimaksudkan untuk mendapatkan input/masukan dan saran dari Pokja PPAS provinsi dan pusat terhadap data profil sanitasi wilayah dan usulan paket kebijakan pembangunan sanitasi yang telah disusun Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur. “Untuk itu saya harapkan peran aktif Pokja provinsi dan pusat untuk memberikan input/masukan dan saran,” tutur Suhaemi.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng, Dr. H. Kaspinor, SE., M.Si. yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah, Yohanna Endang S, ST., MT menjelaskan bahwa Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur nanti akan menjelaskan kondisi dan capaian sanitasi serta usulan paket kebijakan ke provinsi dan pusat.
Yohanna berharap, dengan adanya masukan dan saran yang diberikan dapat menyempurnakan dan mempertajam usulan paket kebijakan pembangunan sanitasi dari Murung Raya dan Barito Timur.
“Nantinya masukan dan saran yang sudah diberikan agar bisa ditindaklanjuti di dalam dokumen perencanaan yaitu RKPD. Dokumen SSK harus diinternalisasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah. Dengan adanya masukan dan saran tadi maka akan menyempurnakan dan mempertajam lagi usulan paket kebijakan pembangunan sanitasi yang ada di Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur,” kata Yohanna.
Pemaparan bahan dari kabupaten disampaikan kepada 4 pihak dari pusat, yakni Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan. Dimana keempat pihak ini masuk ke dalam Pokja PPAS Nasional.
Sementara itu, Sekda Murung Raya Hermon yang hadir dalam Coaching Clinik tersebut menyampaikan terima kasih atas masukan dan saran yang diberikan oleh pusat maupun provinsi. “Kami sangat berterima kasih atas semua masukan dan saran yang sudah diberikan. Kami sangat mendukung upaya dari kita semua yang ingin mengentaskan permasalahan sanitasi di daerah terutama di Murung Raya ini,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sekda Barito Timur, Panahan Moetar. Ia mengucapkan terima kasih atas masukan terhadap dokumen SSK yang telah dipaparkan. “Ini akan bermanfaat bagi kami untuk tindak lanjut yang berikutnya. Masukan dari mereka akan kita tindaklanjuti untuk mempertajam dokumen SSK dari Barito Timur,” ucapnya.
Editor: Andrian