
INTIMNEWS.COM, KUALA KAPUAS – Menyikapi permasalahan kemampuan baca, tulis, hitung (calistung) dan Bahasa Inggris dari peserta didik di SDN 1 Tarung Manuah. Pada hari Rabu, 22 Juli 2022, tim KKN Kebangsaan Desa Tarung Manuah mengadakan kegiatan baca, tulis, hitung dan Bahasa Inggris kepada peserta didik SDN 1 Tarung Manuah.
Kegiatan pengajaran ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Program Kerja Penguatan Pendidikan yang merupakan salah satu SDGs (Sustainable Development Goals). Adapun susunan pengajar pada kegiatan ini terdiri dari;
Pertama, Sri Rahayu (Universitas Maritim Raja Ali Haji) dan Arvi Novera Riska (Universitas Palangka Raya) pengajar Kelas 1.
Kedua, Elisintia R. Situmorang (Universitas Palangka Raya) dan Aditama Candra (UPN Veteran Jakarta) pengajar Kelas 2.
Ketiga, Andini Aurelia (Universitas Palangka Raya) dan Prima Nugroho (Institut Seni Indonesia Surakarta) pengajar Kelas 3.
Keempat, Silvia Siladevi Gosal (Universitas Palangka Raya) dan Judikson Lubis (Universitas Palangka Raya) Pengajar Kelas 4.
Kelima, Desi Hapsari Hamsah (Universitas Gorontalo) Pengajar Kelas 5.
Keenam, Dedi Pramana (UIN Sulthan Syarif Kasim) Pengajar Kelas 6.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 22 Juli 2022 hingga 10 Agustus 2022, sebanyak 2 kali pertemuan dalam seminggu selama 60 menit di SDN 1 Tarung Manuah.
Kegiatan dimulai dengan kordinasi dengan Kepala Sekolah SDN 1 Tarung Manuah, Sumikalsum S.Pd. Dalam keterangannya saat sosialisasi program, beliau menyampaikan bahwa, “SDN 1 Tarung Manuah menyambut baik program-program kerja ini, diharapkan mahasiswa KKN sebagai kaum intelektual ini dapat berkontribusi membantu mengatasi permasalahan yang ada di sekolah khususnya pada mebaca, menulis, berhitung serta berbahasa inggris”.
Kegiatan ini dimulai dengan mengidentifikasi dan mengelompokan peserta didik sesuai dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Diharapkan setelah mengidentifikasi lebih mudahkan pengajar dalam memberikan materi dan metode pembelajaran agar mudah dipahami oleh peserta didik.
Selain itu, pengelompokan peserta didik juga dapat memonitoring kemajuan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, dan berhitung. Targetnya pada saat selesai KKN para peserta didik sudah lancar membaca, menulis, dan berhitung.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi karena masih banyak ditemukan peserta didik yang masih belum bisa membaca, menulis, berhitung bahkan sampai belum mengenal huruf dan angka.” ucap Deni Pramana sebagai ketua kelompok saat dihubungi setelah kegiatan.
Sementara itu salah satu orang tua peserta didik mengungkapkan, “Anak saya menjadi pandai dalam membaca, menulis, dan berhitung yang sebelumnya anak saya belum mengenal dan mengeja huruf,” ucap salah satu orang tua peserta didik saat diwawancarai.
Editor: Andrian