INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, menegaskan pentingnya sinergi antar-stakeholder dalam memaksimalkan potensi daerah secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan Leonard saat menerima peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler ke-34 di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 8 September 2025.
Leonard mengapresiasi Kalteng yang dipilih sebagai lokasi PKDN, yang dinilai sangat strategis bagi pengembangan calon pimpinan tinggi Polri maupun Kementerian/Lembaga. “Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk melahirkan pemimpin yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Leonard.
Pada kesempatan tersebut, Leonard menjelaskan bahwa kehadiran peserta PKDN juga merupakan kesempatan bagi mereka untuk menggali potensi Kalteng secara langsung melalui dialog dan diskusi. “Kami telah menyiapkan jawaban dari kuesioner yang bisa didiskusikan bersama. Harapannya, kegiatan ini dapat memperluas wawasan dan memberi manfaat bagi pembangunan Kalimantan Tengah,” lanjutnya.
Leonard menekankan, keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari pentingnya kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menjaga kondusivitas wilayah. “Gubernur dan Forkopimda sangat kompak dalam menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci pembangunan yang efektif,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, Leonard juga menyoroti karakter masyarakat Kalteng yang sangat heterogen. Meski terdiri dari berbagai suku, termasuk suku asli Dayak, masyarakat tetap hidup rukun dalam keberagaman. Hal tersebut tercermin dalam falsafah Huma Betang yang menekankan kebersamaan dan semangat gotong royong. “Kebersamaan ini menjadi modal sosial yang penting dalam membangun daerah dan mendukung NKRI,” ujar Leonard.
Di samping itu, Leonard menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam (SDA) secara optimal dan berkelanjutan untuk menunjang pembangunan. Namun, menurutnya, pengelolaan potensi SDA di Kalteng masih belum maksimal, terutama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini menjadi masukan berharga bagi kami. Dari potensi yang ada, kita masih belum optimal menggali PAD untuk kemajuan daerah,” jelas Leonard.
Leonard menambahkan, sinergi lintas sektor, pengelolaan SDA yang efisien, dan partisipasi masyarakat merupakan kunci untuk memaksimalkan potensi Kalteng. “Kami berharap bahwa sinergi ini dapat terus diperkuat agar potensi daerah bisa lebih baik dimanfaatkan, menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan PKDN Sespimti Polri ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan daerah, sekaligus menjadi ajang pertukaran informasi antara pemerintah dan calon pimpinan nasional. Leonard optimistis bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Kalimantan Tengah akan terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis: Redha
Editor: Andrian