INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasad dan nama besar para pejuang kemerdekaan. Bagi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Fraksi PKB, Pipit Setyorini, momentum tersebut adalah alarm pengingat bahwa perjuangan bangsa tidak pernah benar-benar selesai.
Di tengah derasnya arus perkembangan zaman, perubahan teknologi, dan pergeseran nilai sosial, Pipit melihat bahwa kelompok yang paling menentukan arah masa depan bangsa adalah generasi muda. Ia menilai, Indonesia membutuhkan bukan hanya anak muda yang cerdas, melainkan mereka yang memiliki karakter kuat dan rasa kepedulian sosial yang nyata.
Karena itu, pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Pipit menekankan agar semangat kepahlawanan kembali dihidupkan dalam keseharian. Bukan sekadar seremoni tahunan atau ritual mengenang masa lalu, tetapi menjadi inspirasi untuk bertindak hari ini dan esok.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum berakhir,” ucapnya, Selasa (11/11/2025).
Menurut Pipit, kontribusi terhadap bangsa hari ini tak lagi berbentuk angkat senjata. Bentuk dan medan perjuangan modern justru semakin beragam, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi, lingkungan, hingga kerja sosial di akar rumput. Semua ruang itu, baginya, membutuhkan “pahlawan baru” yang mau bertindak tanpa pamrih.
Ia menegaskan bahwa sikap disiplin, kerja keras, kejujuran, serta semangat gotong royong adalah nilai dasar yang bisa melejitkan potensi generasi muda. Tanpa karakter, ilmu pengetahuan sebesar apa pun tidak akan berdampak pada masyarakat. Di titik itulah ia menilai pemuda memiliki peran strategis untuk menjaga persatuan serta memperkuat identitas bangsa.
Selain itu, Pipit juga mengingatkan bahwa kontribusi untuk negara tidak harus berskala besar. Hal-hal sederhana yang membawa manfaat bagi orang lain, menurutnya, juga bernilai kepahlawanan.
“Menjadi pahlawan masa sekarang dapat diwujudkan dengan menebarkan kebaikan, menjaga persatuan, dan peduli lingkungan,” ujarnya.
Di ruang sosial, lanjut Pipit, kepahlawanan dapat dihidupkan melalui solidaritas antarsesama, membantu tanpa diminta, hingga mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat. Di dunia pendidikan, kepahlawanan terwujud lewat semangat belajar, sikap kritis, dan kontribusi untuk kemajuan desa atau daerah. Sedangkan di dunia kerja, integritas dan profesionalisme menjadi bentuk perjuangan.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kotawaringin Timur dan Seruyan, Pipit menyatakan ia akan terus memegang nilai-nilai tersebut dalam menjalankan amanah konstitusi. Baginya, memperjuangkan aspirasi masyarakat juga termasuk bagian dari menghidupkan teladan para pahlawan.
Ia berharap, semangat kepahlawanan tidak hanya menjadi gagasan, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat Kalteng. Kolaborasi generasi muda, pemerintah, dan masyarakat diyakini dapat membawa daerah semakin maju dan berdaya saing, sekaligus menghormati para pejuang yang telah mendahului.
Di akhir seruannya, Pipit menekankan bahwa setiap orang memiliki peran. Tidak semua pahlawan tercatat dalam buku sejarah, namun setiap orang bisa meninggalkan jejak kebaikan dalam kehidupan. Pahlawan masa kini, baginya, bukan mereka yang dikenang, melainkan mereka yang memberi manfaat.
Editor: Andrian