website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Laporan Jasad Orangutan di Sungai Kumai Belum Terjawab

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Laporan mengenai jasad orangutan yang disebut mengapung di Sungai Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum menemukan titik terang. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation International (OFI) tidak menemukan jasad tersebut saat melakukan penyisiran.

Informasi penemuan itu beredar di media sosial pada 13 Oktober 2026. Sehari kemudian, tim gabungan turun menyisir Sungai Kumai untuk menelusuri laporan tersebut.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui informasi itu melalui media sosial.

“Iya benar, Mas. Ada kita lihat di media sosial tanggal 13 Oktober terkait ditemukannya jasad orangutan yang mengambang di Sungai Kumai,” kata Handi saat dikonfirmasi pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Pasang Iklan

Penyisiran dilakukan untuk mencari keberadaan jasad yang dilaporkan tersebut. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil karena tim tidak menemukannya di lokasi penyisiran.

Hasil tersebut membuat keberadaan jasad orangutan itu belum dapat dipastikan. Informasi yang beredar di media sosial belum bisa ditindaklanjuti dengan temuan langsung oleh tim di lapangan.

Selain keberadaan jasad, penyebab kematian orangutan tersebut juga belum diketahui. Belum ada keterangan yang memastikan bagaimana satwa itu dilaporkan mengapung di sungai.

Orangutan termasuk satwa liar yang dilindungi. Karena itu, laporan mengenai dugaan kematian satwa ini memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan fakta dan kondisi sebenarnya.

Hingga keterangan Handi pada 16 Oktober 2026, tim KSDA bersama OFI belum menemukan jasad yang dimaksud. Belum ada informasi lanjutan mengenai hasil pencarian berikutnya.

Penulis: Yusro

Pasang Iklan

Editor: Andrian 

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!