INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Warga Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, perlu membatasi aktivitas di luar rumah. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 pada Jumat pagi, 18 September 2026, mencapai 408,4 mikrogram per meter kubik (µg/m3) dan masuk kategori berbahaya.
Angka tersebut tercatat pada pukul 07.10 WIB melalui alat pemantau PM2.5 Stasiun Meteorologi Iskandar. Kondisi ini menunjukkan paparan partikulat di udara sedang tinggi dan berpotensi menjadi persoalan bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr, mengatakan kondisi tersebut telah berfluktuasi sejak Kamis, 17 September 2026 pukul 03.00 WIB. Pemantauan menunjukkan kategori bergerak antara tidak sehat hingga berbahaya.
Menurut Ni Kadek, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tersebut sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Terlebih, konsentrasi PM2.5 masih dapat berubah dan kembali meningkat berdasarkan hasil pemantauan.
Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup ketika seseorang berada di lingkungan dengan konsentrasi tinggi. Karena itu, paparan dalam kondisi seperti ini perlu dikurangi, terutama ketika warga tidak memiliki keperluan mendesak untuk keluar rumah.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Imbauan ini menjadi penting karena angka tertinggi yang tercatat Jumat pagi sudah mencapai 408,4 µg/m3.
Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, BMKG meminta penggunaan masker. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi paparan partikulat yang terhirup selama berada di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara dan tidak mengabaikan perubahan kondisi yang terjadi dari waktu ke waktu.
Pemantauan terhadap PM2.5 terus dilakukan oleh Stasiun Meteorologi Iskandar untuk mengetahui perkembangan kondisi di Kobar dan wilayah sekitarnya. Data tersebut dapat menjadi rujukan masyarakat dalam menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Pembaruan indeks kualitas udara dapat diakses melalui laman resmi Stasiun Meteorologi Iskandar BMKG. Dengan kondisi yang masih berada pada rentang tidak sehat hingga berbahaya, warga diminta tetap waspada dan mengurangi paparan udara luar sampai kondisi membaik.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian