website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kolaborasi Riset Membuka Peluang Pasar Petani

Suasana Smart Green House Balai Pengujian Mutu Pakan Perbibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPP-HMT) Palangka Raya, tempat dilakukannya riset kolaboratif antara Dinas TPHP Kalteng dan Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta. ist

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah mengembangkan inovasi hortikultura melalui riset kolaboratif antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng dengan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Fokus utama kerja sama ini adalah pengujian dua varietas melon unggul yang kini tengah diuji coba di Smart Green House Balai Pengujian Mutu Pakan Perbibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPP-HMT) Palangka Raya.

Inovasi hortikultura ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan varietas tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi alam di Kalimantan Tengah, sekaligus meningkatkan daya saing produk hortikultura. Kedua varietas melon yang diuji, yaitu Meldo UPN1 dan Meldo UPN2, merupakan hasil pengembangan Tim Malika Jayayang yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta.

Kepala Bidang Tanaman Hortikultura TPHP Kalteng, Mukti Aji, mengungkapkan bahwa riset kolaboratif ini adalah langkah penting untuk memperkuat inovasi di sektor hortikultura daerah. “Varietas Meldo UPN1 dan UPN2 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan diversifikasi komoditas hortikultura di Kalteng. Kehadirannya berpotensi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hortikultura Kalteng di pasar lokal dan global,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu, 10 September 2025.

Mukti menambahkan bahwa riset ini juga memberikan kesempatan kepada petani untuk mengembangkan komoditas baru dengan peluang pasar yang lebih besar. Sebagai hasil dari kerja sama ini, para petani lokal diharapkan bisa memperoleh varietas tanaman yang tidak hanya unggul dalam hal kualitas, tetapi juga mampu menghasilkan buah dengan potensi pasar yang menjanjikan.

Pasang Iklan

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana, menyatakan bahwa pengembangan varietas melon baru ini sejalan dengan program Smart Farming yang sedang digalakkan oleh pemerintah daerah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dan riset akademik.

“Program Smart Farming tidak hanya bertujuan menghasilkan produk hortikultura berkualitas, tetapi juga melibatkan generasi muda dalam proses inovasi. Dengan begitu, kita dapat menciptakan regenerasi petani yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perubahan zaman,” kata Rendy.

Rendy juga menekankan bahwa teknologi yang diterapkan dalam Smart Farming berperan penting dalam transformasi sektor pertanian di Kalteng, yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan petani lokal. Pemerintah daerah berencana untuk memperluas penerapan konsep Smart Farming ke sektor pertanian lainnya agar dapat mendukung produktivitas pertanian secara keseluruhan.

Kerja sama riset antara Dinas TPHP Kalteng dan UPN Veteran Yogyakarta telah berlangsung selama dua tahun dan dianggap sebagai momentum penting dalam upaya Kalteng memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan hortikultura modern di Indonesia. Hasil riset ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani lokal, baik di dalam negeri maupun ekspor.

Selain mendukung ketahanan pangan, keberadaan varietas melon unggul ini juga diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan pendapatan petani, khususnya yang terlibat dalam budidaya hortikultura. Dengan adanya varietas tanaman yang beradaptasi dengan kondisi lokal, petani akan memperoleh hasil yang lebih optimal.

Pemerintah daerah optimistis bahwa hasil uji varietas melon ini dapat segera diadopsi secara luas dan menjadi komoditas unggulan baru dalam sektor hortikultura Kalteng. Proses pengujian yang dilakukan di Smart Green House di Palangka Raya diharapkan dapat memberikan data yang valid mengenai potensi kedua varietas melon tersebut dalam skala produksi yang lebih besar.

Pasang Iklan

Langkah ini juga sejalan dengan tujuan jangka panjang pemerintah daerah untuk menjadikan Kalteng sebagai salah satu provinsi dengan sektor pertanian yang mandiri dan berdaya saing tinggi. “Melalui riset ini, kami berharap Kalteng dapat menjadi pionir dalam pengembangan produk hortikultura unggul, yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar internasional,” tambah Rendy.

Selain itu, riset ini juga mencerminkan upaya pemerintah untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di Kalteng secara maksimal, dengan memperkenalkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pemerintah berharap dengan menggunakan teknologi tepat guna, sektor pertanian dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Dalam konteks ini, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga pendidikan dan penelitian untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi. Rendy menekankan bahwa dalam menjalankan program-program pertanian, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Ke depan, pemerintah Kalteng akan terus memperkuat kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset lain untuk mengembangkan lebih banyak inovasi di sektor pertanian. “Kami ingin menjadikan pertanian di Kalteng sebagai sektor yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan menguntungkan bagi petani,” tandas Rendy.

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran