INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, para menteri, kepala lembaga pemerintah nonkementerian,
Rakortek kali ini fokus pada pembahasan indikator prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra). Pembahasan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi program pembangunan di daerah agar lebih efektif dalam menanggulangi stunting. Edy Pratowo menyampaikan bahwa acara ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan serta menetapkan target dan rencana aksi nasional (RAN) untuk periode 2025-2029.
“Rakortek berfokus pada pembahasan indikator prevalensi stunting dalam RPJMD dan Renstra untuk memastikan sinkronisasi program pembangunan yang ada di daerah,” ujar Edy Pratowo, yang turut hadir dalam rapat tersebut.
Pada acara yang sama, Provinsi Kalimantan Tengah menerima penghargaan di bidang kesehatan dengan kategori Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan kepada Desti Natasya dari Posyandu Suka Maju, Desa Tuwung, Kabupaten Pulang Pisau, yang berhasil meraih peringkat pertama Regional II. Penghargaan tersebut menunjukkan komitmen Kalteng dalam mendukung program penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target penurunan angka stunting di Indonesia. Menurutnya, program penurunan stunting harus dijalankan dengan sinergi antara pusat dan daerah untuk mencapainya secara optimal.
“Kunci dari keberhasilan ini adalah kolaborasi. Program ini harus kita keroyok bersama, dan sinergi antara pusat dan daerah adalah hal yang sangat penting,” kata Gibran.
Gibran juga menyampaikan capaian signifikan penurunan prevalensi stunting pada tahun 2024, yang tercatat mencapai 19,8 persen. Angka ini lebih baik dari proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang sebesar 20,1 persen, dengan penurunan sekitar 357 ribu anak dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan angka stunting yang tercatat pada 2024 adalah bukti keberhasilan kerja bersama, dan kita berharap angka ini terus turun hingga mencapai target 14,2 persen pada tahun 2029,” tambah Gibran.
Rakornas dan Rakortek Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 diharapkan dapat terus memperkuat semangat kolaborasi antara semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah. Diharapkan, kerja sama yang solid ini akan terus meningkatkan efisiensi program-program yang bertujuan menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas hidup anak-anak Indonesia.
Penulis: Redha
Editor: Andrian