intim news
intim news
intim news
intim news
website murah

Kobar Dominasi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kalteng

Kepala Dinas DP3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden saat diwawancarai awak media usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin, 5 Januari 2025. (Shr)
intim news

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalteng, di Kotawaringin Barat tercatat sebanyak 88 korban kekerasan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 korban merupakan anak-anak, sementara 25 korban lainnya adalah perempuan dewasa.

intim news

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan perlindungan perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius di wilayah tersebut.

Kepala DP3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, mengatakan bahwa tingginya angka kekerasan yang tercatat salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya laporan dari masyarakat.

“Data ini terlihat tinggi karena berdasarkan hasil laporan masyarakat. Ini menunjukkan mulai tumbuhnya keberanian untuk melapor,” ujar Linae, Jumat, 9 Januari 2025.

intim news

Ia menegaskan, pelaporan sangat penting agar pemerintah dapat mengambil langkah dan solusi yang tepat dalam menangani setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami mendorong masyarakat untuk tidak takut melapor. Dengan adanya laporan, kasus dapat ditangani, korban mendapatkan pendampingan, dan upaya pencegahan bisa dilakukan,” jelasnya.

Linae menambahkan, kekerasan yang terjadi tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga kekerasan psikis dan seksual, yang masih menjadi jenis kekerasan paling dominan di Kalteng.

Menurutnya, faktor penyebab kekerasan sangat beragam, mulai dari persoalan ekonomi, tekanan sosial, hingga pola asuh yang keliru dalam keluarga, sehingga penanganannya membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Untuk menekan angka kekerasan tersebut, DP3APPKB Kalteng terus memperkuat kolaborasi dengan kepolisian, organisasi profesi hukum, kementerian agama, serta instansi terkait lainnya.

“Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula solusi dapat diberikan,” pungkasnya.

intim news
Baca juga
intim news