INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kotawaringin Barat, sebuah kabupaten yang kaya akan potensi dan sumber daya, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam berbagai aspek. Kepala Bapeda Litbang Kotawaringin Barat, Juni Gultom, menjelaskan betapa pentingnya pengembangan infrastruktur konektivitas di wilayah ini. Salah satu proyek besar yang sedang digodok adalah transformasi bandara lokal menjadi bandara internasional untuk mendukung Ibukota Negara (IKN) baru.
Dalam wawancara eksklusif, Juni Gultom memaparkan perkembangan konektivitas di Kotawaringin Barat, baik dari dalam Kalimantan maupun luar Kalimantan, telah menunjukkan peningkatan yang luar biasa.
“Setiap hari, terdapat tiga penerbangan ke Jakarta, serta penerbangan ke Semarang dan Surabaya. Namun, potensi terbesar adalah transformasi bandara lokal kita menjadi bandara internasional,” ujarnya.
Proyek ini sebenarnya telah direncanakan sejak 15 tahun lalu, dengan visi menjadikan Pangkalan Bun sebagai hub internasional. Saat ini, perkembangan tersebut mendapatkan dorongan besar dengan adanya persetujuan dari Kementerian Kehutanan melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), yang memungkinkan pelepasan fungsi kawasan hutan menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Dengan luas area sebesar 2.500 hektar, rencana ini siap untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Kementerian terkait telah memberikan persetujuan, dan saat ini sedang disusun review terhadap rencana besar pengembangan bandara ini. Tahun ini, dana telah dialokasikan untuk memulai pematokan wilayah kawasan bandara. Kita berharap, pada tahun 2025, proses pematokan selesai dan aset ini dapat diserahkan kepada pemerintah pusat untuk dikembangkan menjadi bandara internasional,” jelas Juni Gultom, Rabu (17/7/2024).
Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa posisi strategis Pangkalan Bun yang dekat dengan Singapura dan Brunei hanya sekitar satu setengah jam penerbangan serta posisinya sebagai titik tengah Indonesia, membuatnya ideal untuk menjadi pusat pergerakan di Kalimantan Tengah.
“Kita melihat Pangkalan Bun bisa menjadi point of center dari seluruh pergerakan di Kalimantan Tengah dan Indonesia pada umumnya. Proses pematokan dan review terhadap semua dokumen terkait sedang dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan terkini dan berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.
Dalam hal pendanaan, anggaran sebesar 30 miliar telah diusulkan secara bertahap. Pada tahap awal, sebesar 5 miliar akan digunakan untuk pengamanan kawasan bandara, dengan 1 miliar dialokasikan untuk pematokan wilayah tahun ini. Setelah itu, pembangunan permanen akan dilakukan untuk memastikan bandara ini siap menjadi bandara internasional yang mendukung pembangunan Kalimantan dan Indonesia.
Proyek ini, yang telah dipersiapkan sejak 15 tahun lalu, diharapkan menjadi pemicu semangat pembangunan Indonesia menuju visi jangka panjang, yaitu Indonesia Emas 2045. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, pusat, dan provinsi, Kotawaringin Barat siap melangkah ke depan sebagai pusat konektivitas internasional di Kalimantan.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian