INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pestisida kepada petani di Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas.
Penyaluran dilakukan langsung oleh Kepala UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalteng, Alpan M. Samosir, pada Kamis, 1 Mei 2025.
Bantuan ini diberikan sebagai respon cepat atas ancaman penyakit Tungro yang mulai menyerang tanaman padi di wilayah tersebut.
Alpan menjelaskan, penyakit Tungro merupakan salah satu momok bagi petani padi karena dapat menyebabkan kerusakan besar pada tanaman.
“Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh hama wereng daun hijau (Nephotettix spp),” jelas Alpan kepada wartawan.
Menurutnya, gejala tanaman yang terkena Tungro sangat khas dan mudah dikenali.
“Tanaman akan tumbuh kerdil, daunnya menguning atau oranye, dan hasil panennya jauh menurun,” ujar Alpan.
Ia menambahkan, jika tidak segera dikendalikan, serangan bisa meluas dan sangat merugikan petani.
Karena itu, BPTPH Kalteng mendorong upaya pengendalian yang cepat dan masif.
“Kami mengajak seluruh kelompok tani untuk melakukan gerakan pengendalian serentak,” tegasnya.
Gerakan massal tersebut dinilai efektif untuk menekan populasi wereng dan memutus rantai penularan virus.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Wargo Mulyo, Sutikno, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat berharap bantuan pestisida ini bisa segera menanggulangi serangan Tungro,” kata Sutikno.
Ia khawatir, jika terlambat diatasi, penyakit ini bisa menyebar ke lahan pertanian lain di desa sekitar.
“Petani sudah mulai khawatir. Tapi dengan adanya bantuan ini, kami jadi lebih siap,” ucapnya.
Adapun pestisida yang disalurkan akan digunakan untuk mengamankan lahan seluas 115 hektare yang terdampak ringan.
Wilayah tersebut menjadi fokus utama karena potensial menjadi sumber penyebaran jika tidak ditangani.
Dengan bantuan ini, pemerintah berharap produksi padi di Kapuas tetap terjaga dan kerugian petani bisa diminimalisir.
Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit