INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Musim kemarau mulai berdampak pada kegiatan budidaya ikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kobar menunda sementara proses pembenihan.
Kepala DPKP Kobar Abdul Gafur mengatakan dampak kemarau lebih terasa pada kegiatan budidaya dibandingkan nelayan tangkap. “Untuk nelayan tangkap alhamdulillah tidak begitu berpengaruh. Yang berpengaruh terhadap budidaya,” kata Abdul Gafur, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, proses pembenihan terganggu karena ketersediaan air berkurang dan kualitas air kurang mendukung. Kondisi tersebut membuat kegiatan pembenihan belum dapat dilakukan secara optimal.
“Karena dampak dari kemarau, proses pembenihan jadi terganggu karena kekurangan air dan juga kualitas air kurang bagus,” ujarnya.
Untuk sementara, DPKP Kobar memilih menunda kegiatan pembenihan sambil menjaga indukan yang masih tersedia. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi indukan tetap terjaga dan tidak mengalami gangguan selama kemarau.
“Sementara kami menunda pembenihan dan hanya menjaga indukan yang ada supaya tidak terganggu atau stres,” kata Abdul Gafur.
Dampak kemarau juga berpengaruh terhadap pasokan benih dari masyarakat. Pembelian benih mengalami penurunan karena daerah tempat masyarakat melakukan budidaya turut menghadapi kekeringan.
“Pembelian benih dari masyarakat juga berkurang karena di daerah mereka juga kekeringan air,” ujarnya.
Meski pembenihan ditunda, aktivitas budidaya ikan tidak sepenuhnya berhenti. DPKP Kobar tetap melakukan pemeliharaan terhadap indukan yang ada sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi.
Berbeda dengan budidaya, kegiatan nelayan tangkap hingga saat ini relatif tidak banyak terpengaruh oleh kondisi kemarau. DPKP Kobar terus memantau perkembangan sektor perikanan seiring berlangsungnya musim kemarau.
Penundaan pembenihan tersebut bersifat sementara. Kegiatan pembenihan akan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama ketersediaan dan kualitas air yang dibutuhkan untuk mendukung proses budidaya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian