website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Karhutla Kobar Makin Mencekam, 279 Hektar Terbakar dan Penerbangan Mulai Terganggu

Karhutla di Kotawaringin Barat. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum menunjukkan tanda-tanda mereka. Sejak awal Juni hingga awal Agustus 2026, tercatat 153 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 279,25 hektare.

Angka tersebut merupakan gabungan data BPBD Kobar, yakni 118 kejadian dengan luas 215,30 hektare dan tambahan 35 kejadian dengan luas 63,95 hektare. Kartu plat tersebar di sejumlah Kecamatan dan desa/kelurahan, dengan sebagian titik berada di kawasan gambut.

Kepala BPBD kobar Samuel mengatakan petugas gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah lokasi. Berdasarkan data terbaru, dari 63,95 hektare lahan yang terbakar, sekitar 37,885 hektare telah dipadamkan.

“Pemadaman masih terus dilakukan. Kondisi lahan gambut menjadi tantangan karena api bisa menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul meskipun api di permukaan sudah padam,” ujar Samuel, Minggu (9/8/2026).

Pasang Iklan

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai. Di kawasan tersebut, karhutlah telah membakar sekitar 20 hektare lahan, dengan sekitar 11 hektare diantaranya berhasil dipadamkan. Api membakar semak belukar serta lahan gambut.

Asap tebal dari kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Jarak pandang di sejumlah kawasan menurun, terutama pada sore hari. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan karena pandangan ke depan menjadi terbatas.

Gangguan juga mulai dirasakan di sektor penerbangan. Titik karhutla di Kawasan Candi disebut berjarak sekitar 1 km dari Landasan pacu Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Api yang menebal dapat menurunkan jarak pandang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

Pemadaman melibatkan TNI-Polri, BPBD kobar, Manggala Agni PMI, Masyarakat Peduli Api relawan dan warga. Selain luasnya area yang terbakar, lokasi gambut dan keterbatasan sumber air membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api.

Kapolres Kobar AKBP Joko Handono menegaskan pihaknya juga menyelidiki penyebab karhutla. Jika ditemukan pembakaran dilakukan dengan sengaja, polisi memastikan akan mengambil tindakan hukum.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, akan kami tindak tegas agar ada efek jera,” tegas Kapolres Joko.

Pasang Iklan

Sementara itu Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, menyampaikan pemerintah daerah Tengah mempertimbangkan peningkatan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat. Keputusan tersebut akan melihat perkembangan titik api serta dampak yang ditimbulkan.

Dengan 153 kejadian dan 279,25 hektar lahan terbakar, Pemkab kobar meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Pemerintah juga terus mengawasi perkembangan asap, terutama di sekitar bandara Iskandar, agar dampak karhutlah terhadap penerbangan dan aktivitas masyarakat tidak semakin meluas.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!