INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ketersediaan pangan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, terutama untuk menghadapi situasi darurat, kerawanan pangan, maupun peningkatan kebutuhan masyarakat pada waktu tertentu.
Untuk memastikan cadangan pangan dapat dikelola secara lebih terarah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Pertemuan Koordinasi Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Kamis, 4 Desember 2025.
Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan pemerintah kabupaten dan kota serta sejumlah pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengelolaan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Candra, mengatakan koordinasi menjadi bagian penting untuk menyamakan langkah antardaerah dalam menjaga ketersediaan cadangan pangan.
Menurutnya, keberadaan CPPD tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kesiapan pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat ketika terjadi kondisi tertentu.
“Koordinasi ini diperlukan agar penyelenggaraan CPPD dapat berjalan lebih efektif, terencana, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Agus Candra.
Ia menjelaskan, setiap daerah memiliki kondisi, kebutuhan, dan tantangan yang berbeda dalam pengelolaan cadangan pangan. Karena itu, forum koordinasi diperlukan untuk membuka ruang penyampaian berbagai persoalan sekaligus merumuskan langkah yang dapat dilakukan bersama.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, terus mendorong penguatan kelembagaan pangan serta perbaikan tata kelola cadangan pangan.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui peningkatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten maupun kota.
“Kami berharap melalui pertemuan ini, setiap daerah dapat menyampaikan kebutuhan, tantangan, dan strategi agar penyaluran serta pengelolaan CPPD berjalan optimal,” katanya.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap pengelolaan cadangan pangan di Kalimantan Tengah semakin siap menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan masyarakat.
Editor: Andrian