website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kalteng Ciptakan Generasi Adaptif Era Digital!

Memodernisasi sistem pembelajaran dan meningkatkan kualitas serta akses pendidikan bagi seluruh peserta didik di Kalteng. ist

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meresmikan Kelas Digital Huma Betang sebagai langkah baru dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi di daerah tersebut. Peresmian berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (10/9).

Program yang digagas di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo ini bertujuan untuk memodernisasi sistem pembelajaran di seluruh wilayah Kalteng, dengan memanfaatkan teknologi untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan di daerah perkotaan dan pedalaman.

Kelas Digital Huma Betang dirancang sebagai platform terpadu yang mencakup berbagai fitur, seperti pengelolaan absensi siswa, materi ajar, pemantauan pembelajaran, hingga penyelenggaraan ujian secara daring. Seluruh proses ini dapat dipantau melalui satu sistem terintegrasi, memberikan transparansi yang lebih baik dalam dunia pendidikan.

Gubernur Agustiar Sabran mengungkapkan bahwa digitalisasi pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses informasi bagi seluruh peserta didik, baik di kota maupun di desa.

Pasang Iklan

“Pendidikan bukan lagi soal mencatat di buku, tetapi memberikan akses yang sama bagi anak-anak di kota maupun desa. Namun, digitalisasi tidak dilakukan sepenuhnya, tetap ada 25 persen proses pembelajaran yang berbasis tulisan,” ujar Agustiar dalam sambutannya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Pemprov juga mendistribusikan televisi interaktif ke sekolah-sekolah untuk mendukung pembelajaran. Perangkat ini memungkinkan guru dan siswa untuk berinteraksi secara lebih dinamis dan menyenangkan, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan bahwa Kelas Digital Huma Betang merupakan program pertama di Indonesia yang menghubungkan pengawas, guru, siswa, dan dinas pendidikan dalam satu aplikasi.

“Keberadaan platform ini dapat menekan kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah pedalaman. Program ini terus dikembangkan agar mutu pendidikan merata di seluruh provinsi,” ujarnya.

Reza menambahkan bahwa penguatan teknologi pendidikan menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kalteng untuk menciptakan generasi yang adaptif terhadap perkembangan era digital dan siap menghadapi tantangan global.

Salah satu guru yang terlibat, Yostra Timi, guru Matematika di SMAN 2 Palangka Raya, mengungkapkan rasa terbantunya dengan adanya fitur-fitur Kelas Digital Huma Betang. Menurutnya, pembelajaran menjadi lebih efektif melalui modul digital, ujian daring, dan absensi waktu nyata yang dapat dipantau langsung oleh pemerintah daerah.

Pasang Iklan

“Pembelajaran jadi lebih terorganisir dan efisien, karena bisa dilakukan secara daring dengan mudah. Fitur absensi dan ujian daring membantu mengurangi ketertinggalan siswa,” ujar Yostra.

Salah satu siswa SMAN 2 Palangka Raya, Ridani Pratama Supayitno, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap metode belajar baru ini. Ia merasa bahwa sistem digital memungkinkan proses belajar yang lebih interaktif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.

Peluncuran Kelas Digital Huma Betang ini diharapkan menjadi bagian dari semangat “Isen Mulang” dalam memajukan sektor pendidikan daerah. Pemprov berharap platform digital ini dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan serta menciptakan budaya belajar baru yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan di Kalteng.

Dengan adanya Kelas Digital Huma Betang, pemerintah menargetkan terciptanya transformasi pendidikan yang lebih adil dan merata, yang akan menjadi fondasi bagi masa depan generasi muda Kalteng.

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran