website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Jalan Bartim Penting Untuk Mobilitas Warga

Ampera A.Y. Mebas (Anggota DPRD Dapil IV & Mantan Bupati Bartim): Mengonfirmasi pemulihan anggaran menjadi Rp15 miliar. ist

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Proyek pembangunan jalan Hayaping–Patung di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah (Kalteng), yang sebelumnya menuai kritik akibat pemangkasan anggaran, dipastikan kembali dilanjutkan tahun ini. Kepastian ini muncul setelah pemerintah provinsi mengembalikan sebagian anggaran proyek yang sempat mengalami penurunan drastis.

Pada awalnya, proyek ini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalteng, ditambah Rp7 miliar dari dana aspirasi Anggota DPRD Kalteng, Ampera A.Y. Mebas. Namun, dalam proses pengadaan, nilai paket sempat dilelang menjadi kisaran Rp19–20 miliar, sebelum akhirnya dilakukan adendum yang menyisakan anggaran hanya sebesar Rp5,9 miliar.

Pemerintah Provinsi Kalteng kemudian mengalokasikan kembali sebagian anggaran, sehingga total dana yang tersedia kini mencapai Rp15 miliar. Anggota DPRD Kalteng, Ampera A.Y. Mebas, mengonfirmasi pemulihan anggaran tersebut saat ditemui di Kantor DPRD Kalteng, Jumat (12/9).

“Jadi Rp15 miliar yang dikembalikan. Tapi tidak seperti semula, kalau semula kan Rp20 miliar. Karena keadaan keuangan jadi Rp15 miliar,” ujar Ampera, yang juga mantan Bupati Bartim dua periode. Meski dana yang dikembalikan belum mencapai angka semula, Ampera menyatakan tetap bersyukur karena pemerintah provinsi masih memberikan ruang untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut.

Pasang Iklan

“Memaklumi saja lah. Janjinya tahun depan lanjut lagi,” katanya, mengungkapkan harapannya agar proyek ini dapat dilanjutkan pada tahun depan dengan anggaran yang lebih stabil.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, memastikan bahwa pengerjaan proyek tetap dilaksanakan meskipun dengan penyesuaian anggaran sesuai dengan kemampuan APBD 2025. Ia menegaskan bahwa proyek sudah mulai dikerjakan, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

“Itu nanti akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tahun ini sudah dikerjakan,” ujar Juni. Ia menambahkan bahwa penggunaan anggaran akan dikaji berdasarkan kebutuhan lapangan agar pelaksanaan proyek tetap berjalan efektif dan efisien.

Penurunan anggaran hingga tersisa Rp5,9 miliar sempat memicu kekecewaan dari Ampera yang menilai hal itu dapat menghambat pembangunan infrastruktur strategis di Bartim. Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa masyarakat sangat membutuhkan peningkatan kualitas jalan Hayaping–Patung, yang merupakan akses penting bagi mobilitas warga.

Dengan adanya pengembalian sebagian dana, harapan baru muncul bagi masyarakat setempat untuk menikmati infrastruktur yang lebih layak. “Masyarakat sangat menantikan proyek ini, karena jalan Hayaping–Patung merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan wilayah-wilayah di Bartim,” tambah Ampera.

Pemerintah provinsi berharap dengan pemulihan anggaran ini, pembangunan jalan tersebut dapat berjalan lebih optimal pada tahun anggaran berikutnya. Pemerintah juga terus berkomitmen untuk memastikan proyek-proyek strategis tetap berjalan meski dengan anggaran yang terbatas, dengan tetap menjaga kualitas dan keberlanjutan pembangunan.

Pasang Iklan

Proyek jalan ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat besar dalam membuka aksesibilitas wilayah dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat Bartim. Jalan yang lebih baik akan mempercepat mobilitas barang dan orang, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian lokal.

Ampera juga berharap agar pemulihan anggaran ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan perbaikan kondisi fiskal di provinsi dan daerah. Dengan demikian, proyek jalan Hayaping–Patung akan selesai tepat waktu dan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Pemerintah provinsi dan DPRD Kalteng akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, untuk memastikan bahwa anggaran digunakan dengan efisien dan tepat sasaran. Proyek ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah Kalteng, yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran