website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Jadi Gerbang Perekonomian Kalteng, Pembangunan Infrastruktur di Kobar Terus Ditingkatkan

Kepala Dinas PUPR Kobar Hasyim Mualim (tengah). (Istimewa)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan pintu gerbang perekonomian Kalimantan Tengah. Sehingga pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar terus berupaya agar pembangunan infrastruktur dapat ditingkatkan untuk menunjang kelancaran pergerakan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kobar Hasyim Mualim mengatakan, infrastruktur merupakan urat nadi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sehingga, menurutnya pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur yang baik dan berkualitas.

“Kobar merupakan pintu gerbang perekonomian Kalteng bagian barat, sehingga pemda pun berkewajiban memenuhi sarpras penunjang perekonomian tersebut yakni infrastruktur yang memadai,” katanya, Senin (15/8/2022).

Pasang Iklan

“Untuk itu kami pun berkolaborasi baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat, sehingga terwujudnya pembangunan yang merata di wilayah Kabupaten Kobar ini,” ujar Hasyim Mualim.

Lanjut Hasyim, pembangunan infrastruktur merupakan skala prioritas dalam pengembangan pembangunan daerah.

Hal ini sebagai wujud percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sebab dengan kemajuan pembangunan infrastruktur maka akan mendongkrak pembangunan di semua bidang.

Kabupaten Kobar memiliki wilayah yang sangat luas, dengan panjang jalan kabupaten ± 1.200 km, kondisi jalan yang sudah teraspal sepanjang ± 420 km atau sekitar 35 persen, sementara itu kondisi jalan yang belum teraspal sepanjang ± 780 km atau mencapai 65 persen.

“Dengan kondisi yang demikian, setiap tahun anggaran kami pun terfokus dalam menyelesaikan kondisi jalan non aspal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski anggaran untuk Dinas PUPR Kobar sangat terbatas dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yakni infrastruktur.

Pasang Iklan

Maka, salah satu strategi penanganan yang telah dilakukan untuk tetap menjamin fungsional jalan tersebut, yaitu melalui program pembangunan jalan CSR (Corporate Social Responsibility) konsorsium, dan program ini sudah dilaksanakan sampai dengan tahun 2022 yaitu dengan capaian panjang penanganan ± 450 km di tahun 2022.

“Program CSR konsorsium ini sangat membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, kegiatan ini merupakan sistem gotong royong sebagai wujud sinergitas pemerintah daerah dan pihak perusahaan,” imbuhnya.

Sebab, menurut Hasyim, keterbatasan anggaran bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa, sementara itu infrastruktur ini sangat penting, sebagai wujud meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan terhadap hasil pembangunan yang berkeadilan.

“Maka program CSR konsorsium ini terus berlanjut, dan hasilnya pun dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kobar,” pungkasnya.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan