website murah
website murah
website murah
website murah
website murah

Ini Hasil Uji Sampel Dagangan Pasar Wadai Ramadan dan Temuan BBPOM di Sampit

UJI SAMPEL – Petugas BBPOM Kalteng saat akan melakukan uji sampel pada dagangan di Pasar Wadai Ramadan Sampit. (Jimmy)

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan uji sampel pada dagangan Pasar Wadai Ramadan di Sampit. Selain itu, mereka juga menemukan sejumah kemasan produk rusak dan kadaluarsa saat Inspeksi Mendadak (Sidak) yang beredar di swalayan hingga ritel modern. Selasa, 26 April 2022.

“Kami sudah lakukan uji sampel, dari 40 sampel wadai yang diuji seluruhnya memenuhi syarat. Sehingga ditegaskan tidak mengandung bahan berbahaya. Sementara temuan pada Sidak, yaitu ada 15 item pangan rusak dan 5 item pangan expired atau kadaluarsa. Dan jumlah tiap item sedikit, rata-rata 2 buah,” ungkap Bayu Indra Permana, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai BPOM Kalteng.

Dalam Sidak itu mereka menyisir sembilan tempat, baik swalayan hingga ritel modern. Mayoritas produk kemasan yang rusak disebut Bayu adalah produk susu dan buah dalam kaleng. Menurutnya produk yang rusak dan kadaluarsa itu diserahkan ke pihak toko agar diretur atau dikembalikan kepada distributor.

Ia mengklaim pihaknya secara rutin melakukan pembinaan dan pemeriksaan di lapangan. Hal itu dilakukan demi menjaga peredaran makanan kpada masyarakat, ditambah lagi saat ini peredaran makanan sangat tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pasang Iklan

Pihaknya meminta kepada masyarakat selaku konsumen agar cerdas saat berbelanja produk makanan dan minuman. Sehingga tidak menjadi korban yang dirugikan saat membeli produk yang tidak layak edar.

“Kami hari ini datang dua tim, satu tim inspeksi pangan dan tim sampel uji laboratorium keliling. Kami fokus ke Pasar Wadai Ramadan. Selain itu, parsel juga diperiksa, namun tidak ada ketentuan khusus dari kami. Dan tidak ada ditemukan barang rusak ataupun kadaluarsa dalam bentuk parsel,” bebernya.

Produk UMKM pun yang berada di swalayan tidak luput dari pemantauan pihaknya. Namun mereka tidak menemukan produk UMKM yang tidak diharapkan.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan