INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis perkembangan inflasi Februari 2026 dalam agenda Berita Resmi Statistik yang digelar secara daring dan luring, Senin, 2 Maret 2026.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan inflasi bulanan atau month to month pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,46 persen. Sementara inflasi tahunan atau year on year mencapai 5,06 persen.
Adapun inflasi tahun kalender atau year to date berada di angka 0,85 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat.
“Inflasi Februari secara bulanan sebesar 0,46 persen. Secara tahunan 5,06 persen. Kenaikan ini masih dalam pola musiman menjelang Ramadan,” ujar Agnes.
Ia menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,35 persen. Kenaikan harga pada kelompok ini terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Beberapa komoditas yang memberi andil inflasi antara lain daging ayam ras, cabai rawit, ikan nila, beras, serta emas perhiasan.
“Kenaikan harga ayam ras dan cabai rawit cukup terasa di beberapa daerah. Selain itu, emas perhiasan juga mengalami peningkatan harga,” katanya.
Secara tahunan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,03 persen.
Agnes menyebut kenaikan tarif listrik serta harga emas perhiasan menjadi faktor dominan dalam mendorong inflasi tahunan.
Dari empat kabupaten/kota yang menjadi lokasi penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruhnya tercatat mengalami inflasi bulanan.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 0,76 persen. Disusul Kabupaten Kapuas 0,67 persen dan Sampit 0,61 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Palangka Raya sebesar 0,17 persen.
Menurut Agnes, meski terjadi kenaikan harga, kondisi inflasi di Kalteng masih tergolong terkendali.
“Secara umum inflasi masih dalam batas wajar. Kenaikan ini lebih dipengaruhi faktor musiman dan peningkatan permintaan menjelang Ramadan,” jelasnya.
Agnes menegaskan, BPS Kalteng juga akan terus memantau pergerakan harga, terutama pada komoditas pangan, untuk melihat perkembangan selama bulan Ramadan dan setelahnya.
Editor: Andrian