INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi meluncurkan program Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) pada Kamis (29/1/2026). Program ini digagas Dinas Perikanan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberi peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.
Peluncuran Budikdamber dirangkaikan dengan Festival Mangaruhi Lauk dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Perikanan Kotim dengan mitra terkait. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kotim, Halikinnor.
Halikinnor menekankan, meskipun sederhana, Budikdamber memiliki manfaat besar. Program ini tidak hanya menambah produksi ikan di tingkat rumah tangga, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Budikdamber adalah inovasi mudah diterapkan, tapi berpotensi besar untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga,” ujar Halikinnor.
Program ini dirancang untuk diterapkan secara fleksibel di rumah tangga, sehingga setiap keluarga dapat memanfaatkan lahan terbatas untuk membudidayakan ikan secara mandiri.
Pengembangan Budikdamber akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu bentuknya adalah kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) wilayah Kotim.
Halikinnor menjelaskan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan bersama antara Pemkab Kotim dan GPPI yang ditandatangani pada 2023, mencakup bidang pembangunan, ekonomi, kesehatan, pelayanan publik, hingga kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci membangun ekonomi dan layanan publik yang berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui program Budikdamber, pemerintah berharap masyarakat memiliki alternatif sumber pangan mandiri sekaligus peluang tambahan pendapatan yang berkelanjutan di tingkat keluarga.
“Target kami, program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, membangun Kotim yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Halikinnor. (Jimy)