INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan seluruh program kerja tetap berjalan sepanjang 2025, meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan dan penyesuaian anggaran.
Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng, Aryawan, mengatakan selama 2025 pihaknya harus menyesuaikan program akibat adanya perubahan anggaran yang terjadi hingga enam kali.
“Selama 2025 memang ada beberapa kendala, salah satunya perubahan anggaran yang terjadi sebanyak enam kali. Namun, seluruh permasalahan dapat kami atasi,” ujar Aryawan kepada Intimnews saat diwawancarai belum lama ini.
Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran berdampak pada pengurangan volume sejumlah kegiatan. Meski demikian, target kinerja tetap dijaga agar program prioritas tetap terlaksana.
Menurut Aryawan, penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengurangi jumlah sasaran kegiatan, bukan dengan menghentikan program yang telah direncanakan.
“Kami tetap mencapai target kinerja. Hanya saja volumenya disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia,” katanya.
Aryawan mengambil contoh, kegiatan pelatihan aparatur pemerintah desa yang semula ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 peserta harus dikurangi jumlahnya.
“Jika awalnya kami menargetkan 1.000 aparatur desa untuk mengikuti pelatihan, karena keterbatasan anggaran jumlahnya disesuaikan menjadi sekitar 300 orang se-Kalimantan Tengah. Namun, kegiatan tetap berjalan,” jelasnya.
Aryawan menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat jajaran Dinas PMD dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Ia menekankan bahwa aparatur pemerintah dituntut untuk tetap bekerja maksimal dan tidak bergantung pada kondisi anggaran semata.
“Kami tetap optimistis. Tidak mungkin kami hanya menerima gaji dan tunjangan tanpa bekerja. Dengan anggaran yang ada, kami tetap menjalankan program,” tegasnya.
Dinas PMD Kalteng, lanjut Aryawan, akan terus berupaya meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat desa, meski harus bekerja dengan anggaran yang terbatas.
“Meski dengan adanya efisiensi anggaran, kami akan tetap terus bekerja melayani masyarakat,” tutupnya.
Editor: Andrian