INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menyiagakan 46 titik Rumah Oksigen Gratis untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesiapsiagaan layanan kesehatan ini dilakukan saat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kobar meningkat menjadi 506 kasus dalam sepekan.
Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan Rumah Oksigen Gratis disiapkan sebagai tempat pertolongan awal bagi warga yang mengalami sesak napas dan keluhan pernapasan lainnya. Layanan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh bantuan medis ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Menurut Hardino, pelayanan di Rumah Oksigen tidak sebatas pemberian oksigen. Petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan dan menilai kondisi pasien untuk menentukan penanganan berikutnya. Jika kondisi pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut, petugas dapat mengarahkan pasien ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
Keberadaan 46 titik layanan tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi risiko kesehatan akibat kabut asap. Anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus karena berisiko mengalami keluhan ketika terpapar polusi udara.
Di tengah upaya tersebut, data Dinas Kesehatan Kobar menunjukkan kasus ISPA mencapai 506 pada minggu epidemiologi ke-40 tahun 2026. Berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) per 20 Oktober 2026, jumlah itu meningkat dari 382 kasus pada minggu sebelumnya atau naik sekitar 32,5 persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, mencatat kasus ISPA sepanjang tahun ini mengalami fluktuasi. Pada minggu epidemiologi ke-28, jumlah kasus tercatat 335, kemudian meningkat menjadi 457 kasus pada minggu ke-29 dan mencapai 566 kasus pada minggu ke-31.
Setelah sempat menurun, jumlah kasus kembali meningkat pada minggu ke-40. Meski kenaikan itu terjadi di tengah ancaman karhutla, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa asap menjadi penyebab langsung seluruh kasus ISPA. Faktor infeksi, kondisi cuaca, dan kualitas udara juga perlu diperhitungkan.
Selain ISPA, kasus pneumonia di Kobar meningkat dari 25 menjadi 30 kasus pada minggu ke-40. Kasus influenza-like illness (ILI), yakni penyakit dengan gejala menyerupai influenza, juga bertambah dari lima menjadi 16 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.
Dinas Kesehatan mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, menjaga udara di dalam rumah, serta membatasi paparan asap, terutama bagi kelompok rentan.
Warga yang mengalami sesak napas, napas cepat, atau keluhan pernapasan yang memburuk diminta segera mencari pertolongan medis. Rumah Oksigen Gratis dapat menjadi akses pertolongan awal sesuai layanan yang tersedia, tetapi pasien dengan kondisi berat tetap membutuhkan penanganan medis segera.
Penyiagaan 46 Rumah Oksigen Gratis diharapkan membantu mempercepat akses pertolongan bagi masyarakat di tengah meningkatnya kasus ISPA dan ancaman asap karhutla. Pemerintah daerah juga perlu terus memantau perkembangan kasus serta memastikan informasi lokasi dan akses layanan dapat diketahui masyarakat.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian