INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kotawaringin Barat. Hampir dua pekan petugas berjibaku menangani kebakaran di kawasan konservasi tersebut. Di tengah kondisi medan yang sulit dijangkau, pemerintah daerah masih menanti bantuan helikopter water bombing dari pemerintah pusat.
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengatakan penanganan kebakaran di TNTP menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan habitat berbagai satwa. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api mengganggu kawasan konservasi.
“Sudah hampir dua pekan kami berjibaku di sana. Kami berupaya agar api tidak mengganggu habitat satwa,” kata Nurhidayah, Sabtu (19/9/2026).
Nurhidayah mengatakan Pemkab Kotawaringin Barat telah beberapa kali mengajukan permintaan bantuan helikopter water bombing. Permintaan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Namun hingga Sabtu, bantuan helikopter yang dibutuhkan untuk memperkuat pemadaman di kawasan TNTP itu belum kunjung datang.
“Kami sudah beberapa kali bersurat melalui BNPB untuk meminta water bombing, tapi sampai sekarang belum ada kabar,” ujarnya.
Menurut Nurhidayah, Kotawaringin Barat belum masuk dalam wilayah yang menjadi prioritas bantuan water bombing. Saat ini, pemerintah pusat memprioritaskan empat wilayah, yakni Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, dan Kotawaringin Timur.
Kobar dinilai masih mampu melakukan penanganan dengan kekuatan yang tersedia. Salah satu indikator yang menjadi pertimbangan adalah aktivitas penerbangan di Bandara Lanud Iskandar yang masih berjalan normal.
Meski demikian, Nurhidayah menegaskan kondisi di lapangan berbeda. Sejumlah lokasi, khususnya di kawasan TNTP, sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga dukungan pemadaman dari udara sangat dibutuhkan.
Selain helikopter, Pemkab Kobar juga meminta dukungan peralatan pemadam seperti mesin portable untuk memperkuat petugas di lapangan.
“Kami betul-betul membutuhkan water bombing, khususnya untuk TNTP dan daerah yang sulit dijangkau,” kata Nurhidayah.
Nurhidayah menegaskan TNTP merupakan kawasan konservasi yang sangat berharga dan menjadi habitat satwa. Karena itu, penanganan kebakaran di kawasan tersebut perlu mendapat dukungan agar api dapat dikendalikan dan tidak mengganggu habitat satwa. “Tanjung Puting ini aset yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian