website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

DPRD Murung Raya Ingatkan Remaja Bijak Menggunakan Gawai

Anggota DPRD Murung Raya Mahyono. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PURUK CAHU – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Mahyono, menyoroti penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan remaja. Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi pola pikir, produktivitas, hingga kesehatan mental jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengaturan waktu.

Mahyono mengatakan perkembangan teknologi telah membuat telepon pintar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perangkat tersebut tidak lagi hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi sarana belajar, mencari informasi, dan berinteraksi melalui media sosial.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, kemudahan mengakses informasi membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Remaja dapat memperoleh pengetahuan secara cepat tanpa harus bergantung pada sumber informasi konvensional.

Namun, kata Mahyono, kemudahan tersebut juga memiliki sisi lain. Arus informasi yang tidak terbendung membuat remaja berpotensi menemukan konten yang tidak sesuai dengan usia maupun kebutuhan mereka.

Pasang Iklan

“Semakin canggih telepon seluler, semakin banyak pula informasi dan situs negatif yang mudah diakses. Hal itu dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, terutama remaja,” ujar Mahyono, Selasa (11/8/2026).

Ia menilai penggunaan gawai tanpa kendali dapat membuat remaja menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial. Kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi waktu untuk belajar, berinteraksi secara langsung, berolahraga, maupun melakukan kegiatan produktif lainnya.

Mahyono juga mengingatkan bahwa paparan konten di ruang digital dapat memengaruhi cara remaja memandang lingkungan sekitarnya. Karena itu, kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak dini.

“Semua informasi saat ini mudah diakses melalui gawai. Kemudahan itu seharusnya dimanfaatkan dengan baik, tetapi ada juga anak remaja yang menggunakannya secara tidak tepat,” katanya.

Menurut Mahyono, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan membatasi penggunaan gawai. Remaja perlu dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak agar mereka mampu mengendalikan kebiasaan digital secara mandiri.

Peran orang tua, kata dia, menjadi penting dalam membentuk pola penggunaan gawai di lingkungan keluarga. Orang tua dapat membuat kesepakatan mengenai durasi penggunaan telepon pintar serta mengawasi jenis konten yang dikonsumsi anak.

Pasang Iklan

Mahyono juga mendorong sekolah dan lingkungan masyarakat ikut memberikan edukasi mengenai literasi digital. Remaja perlu memahami cara mengenali informasi yang dapat dipercaya, menghindari konten berisiko, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Ia mengatakan penggunaan teknologi seharusnya diarahkan untuk menunjang pendidikan dan pengembangan kemampuan. Gawai dapat menjadi alat untuk belajar bahasa, mengakses bahan bacaan, mengikuti pelatihan, hingga mengembangkan kreativitas.

Di sisi lain, Mahyono meminta remaja tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya ruang untuk berinteraksi. Aktivitas di luar ruang digital tetap diperlukan untuk menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan mendukung perkembangan pribadi.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengatur waktu istirahat. Penggunaan gawai yang terlalu lama, terutama hingga mengganggu waktu tidur dan aktivitas harian, perlu dihindari agar tidak berdampak terhadap kondisi fisik dan kesejahteraan psikologis.

Mahyono berharap keluarga dan generasi muda dapat membangun kebiasaan digital yang lebih sehat. Menurut dia, kemajuan teknologi semestinya memberikan manfaat, bukan justru membuat seseorang kehilangan kendali atas waktu dan aktivitas sehari-hari.

“Yang terpenting adalah menghindari ketergantungan. Atur waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu produktivitas dan kesehatan mental,” pungkas Mahyono.

Penulis : JMY/Maulana K
Editor : Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!