website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

DPRD Katingan Kembali Soroti Pelayanan RSUD Mas Amsyar

Anggota DPRD Kabupaten Katingan Budy Hermanto

INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Budy Hermanto kembali menyoroti pelayanan di RSUD Mas Amsyar Kasongan, khususnya terkait komunikasi tenaga medis terhadap keluarga pasien. Pelayan di RSUD Mas Amsyar sudah berulang kali mendapatkan sorotan. Sebagai wakil rakyat, Budy mengaku kerap mendapatkan keluhan dari warga saat berobat di rumah sakit milik daerah tersebut. Bahkan tak jarang ia juga mendapati langsung terkait pelayanan yang dinilai perlu di evaluasi.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar keluhan biasa, melainkan bentuk keresahan masyarakat yang perlu segera ditindaklanjuti.

Ia menilai, meskipun penanganan medis mungkin sudah berjalan, cara penyampaian informasi oleh dokter maupun perawat masih jauh dari harapan, terutama saat berhadapan dengan keluarga pasien anak dan bayi.

“Keluarga datang ke rumah sakit dengan harapan besar, namun yang mereka terima justru penjelasan yang membingungkan, nada yang tidak menenangkan, bahkan terkesan menakut-nakuti,” ujar Budy Hermanto, pada Sabtu (25/4/2026).

Pasang Iklan

Ia menegaskan bahwa dalam situasi darurat, tenaga medis tidak hanya berhadapan dengan pasien, tetapi juga orang tua yang sedang diliputi rasa cemas dan panik. Karena itu, komunikasi yang baik menjadi hal yang sangat krusial dalam pelayanan kesehatan.

Budy mengingatkan bahwa kegagalan dalam komunikasi dapat berdampak besar terhadap kepercayaan publik.

“Kalau komunikasi saja gagal, maka kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit juga bisa runtuh,” tegasnya.

Atas nama wakil rakyat, ia menekankan bahwa tenaga medis wajib menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, mengedepankan empati, serta mampu menenangkan keluarga pasien, bukan justru menambah kepanikan.

Ia juga meminta manajemen rumah sakit segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien.

“Lakukan pembinaan serius, jangan tunggu viral baru bergerak. Rumah sakit harus menjadi tempat harapan, bukan justru menambah trauma bagi keluarga pasien,” katanya.

Pasang Iklan

Budy menambahkan, bagi masyarakat, persoalan ini bukan hanya soal prosedur, melainkan menyangkut nyawa dan perasaan. Jika hal mendasar seperti komunikasi tidak bisa diperbaiki, maka wajar jika publik mulai mempertanyakan kualitas pelayanan yang diberikan.

“Pelayanan ini benar untuk rakyat atau sekadar formalitas? Ini yang harus dijawab dengan perbaikan nyata,” pungkasnya

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran