INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Kondisi Pasar Tradisional di Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, yang kian sepi dari aktivitas perdagangan, menjadi sorotan warga dan pemangku kepentingan. Banyak warga berharap pasar ini dapat dihidupkan kembali dan dikembangkan menjadi kawasan kuliner yang ramai dan menarik.
Sejumlah pedagang masih tampak bertahan menjajakan dagangannya, meskipun jumlah pembeli tidak sebanyak dulu. Aktivitas jual beli yang minim menyebabkan kawasan pasar terlihat kurang berkembang dan jauh dari potensi sebenarnya.
Padahal, letak pasar yang berada di tengah kawasan permukiman serta didukung akses jalan yang mudah dijangkau, dinilai sebagai modal penting untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Warga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah melakukan revitalisasi terhadap pasar tersebut. Gagasan menjadikannya sebagai sentra kuliner dinilai dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Salah satu dukungan konkret datang dari Anggota DPRD Katingan, Riming, yang menyatakan bahwa potensi pasar tradisional ini harus dimaksimalkan demi kepentingan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan ruang tumbuh bagi UMKM lokal.
“Kami di DPRD tentu sangat mendukung upaya pengembangan pasar ini, terutama jika diarahkan sebagai pusat kuliner yang terkelola dengan baik. Ini bukan hanya soal tempat berjualan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ujar Riming. Senin (16/6/2025).
Menurutnya, UMKM di Katingan memiliki potensi besar, namun selama ini terkendala oleh keterbatasan sarana dan lokasi strategis untuk memasarkan produk mereka. Dengan pengelolaan yang tepat, pasar ini bisa menjadi titik temu antara pelaku usaha dan konsumen lokal.
Ia menambahkan bahwa DPRD terus mendorong pemerintah daerah agar lebih serius dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM, termasuk dengan memperbaiki infrastruktur pasar dan memberi ruang promosi yang memadai.
“Pasar Palagan Sambi ini punya semua syarat untuk dikembangkan, tinggal bagaimana niat dan keberpihakan pemerintah untuk menata dan menghidupkannya kembali. Apalagi pasar ini punya nilai historis dan emosional bagi masyarakat setempat,” ucap Riming.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembenahan pasar harus disertai dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, dan komunitas lokal. Hal ini penting untuk memastikan bahwa konsep pengembangan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Kami berharap ini tidak berhenti sebagai wacana. Perlu ada langkah konkret dari dinas terkait, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Riming menutup dengan harapan agar pasar tradisional Kasongan dapat menjadi ikon baru bagi kuliner malam di Katingan, yang tidak hanya menggairahkan ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan kebersamaan masyarakat setempat.
Editor : Maulana Kawit