website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

DJ Bravy Akui Pernah “Login-Logout” Islam karena Hubungan Asmara

Bravyson Vconk. (Net)

INTIMNEWS.COM, JAKARTA – DJ Bravyson Vconk mengungkap pengalaman spiritualnya yang cukup menarik perhatian publik. Dalam siaran langsung di Marapthon, ia mengaku pernah mencoba memeluk Islam, namun hal itu dipengaruhi oleh hubungan asmara yang dijalaninya saat itu.

Pengakuan tersebut disampaikan dengan gaya santai khasnya saat menjawab pertanyaan dari rekannya.

“Gue udah login, Cong, gue login berkali-kali, gue login-logout, guys, tapi logout lagi, logout lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengalaman itu terjadi ketika dirinya menjalin hubungan dengan seorang perempuan beragama Islam. Dalam hubungan tersebut, ia sempat diminta mengucapkan syahadat sebagai bentuk keseriusan.

Pasang Iklan

“Pernah masuk Islam, cuma nggak sampai ngaji. Mantan gue dulu Islam, lama gue pacaran,” ungkapnya.

Bravy bahkan sempat menirukan kembali momen saat dirinya mencoba mengucapkan kalimat syahadat, meski diakuinya belum memahami maknanya secara menyeluruh.

“Coba kamu syahadat, Asyhadu alla ilaha illallah, terus apa lagi, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, tiga kali ya?” ucapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut tidak bisa disebut sebagai perpindahan keyakinan secara utuh. Ia menyebutnya lebih sebagai bagian dari proses belajar dan rasa ingin tahu terhadap ajaran agama lain.

Bravy mengaku memiliki ketertarikan untuk mempelajari berbagai agama. Ia menyebut telah mencoba memahami sejumlah ajaran, mulai dari Hindu, Buddha, Kristen Protestan, Katolik, hingga Islam.

“Sebenarnya gue lebih ke belajar, karena gue suka mempelajari semua agama,” jelasnya.

Pasang Iklan

Dari proses tersebut, ia melihat adanya kesamaan nilai di berbagai agama, terutama dalam hal ajaran kebaikan dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Menurutnya, perbedaan utama terletak pada sosok nabi atau tokoh yang dipercaya dalam masing-masing ajaran.

“Yang membedakan paling nabinya. Nabi terakhir itu Nabi Muhammad, sebelumnya Nabi Isa, Isa itu Yesus,” katanya.

Meski berbeda, ia menilai seluruh agama pada dasarnya memiliki tujuan yang sama.

“Tuhannya satu, cuma memang nabinya berbeda, tapi ajarannya mirip-mirip tentang kebaikan,” tutupnya.

Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran