INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Bidang Transportasi yang digelar di Palangka Raya, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor transportasi.
Diklat tersebut diikuti oleh 300 peserta dari berbagai latar belakang. Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pembelajaran dan evaluasi yang telah ditetapkan.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan diklat.
Menurut Yulindra, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama antara penyelenggara, instruktur, dan peserta. Ia menilai sinergi tersebut menjadi kunci terselenggaranya diklat secara efektif dan lancar.
Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang transportasi.
Terdapat tiga jenis pelatihan yang diberikan dalam diklat ini. Pertama, Diklat Keselamatan Berlalu Lintas (KBL) angkatan V hingga VIII.
Kedua, Diklat Pengemudi Angkutan Barang Berkeselamatan (PABB) angkatan I hingga IV. Ketiga, Diklat Juru Parkir Berkeselamatan angkatan I hingga IV.
Setiap jenis pelatihan diikuti oleh 100 peserta. Dengan demikian, total peserta yang terlibat dalam kegiatan ini mencapai 300 orang.
Kegiatan diklat berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Februari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kota Palangka Raya.
Materi pembelajaran disusun dalam kurikulum sebanyak 20 jam pelajaran. Metode yang digunakan mencakup pembelajaran teori dan praktik.
Tenaga pengajar berasal dari berbagai institusi terkait. Di antaranya instruktur BP2TD Mempawah, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Tengah, serta Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Yulindra menegaskan bahwa diklat ini merupakan program unggulan Kementerian Perhubungan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi, khususnya dalam aspek keselamatan.
Ia menambahkan, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai etika, disiplin, dan tanggung jawab dalam berlalu lintas.
Menurut dia, aspek keselamatan transportasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran serta masyarakat juga sangat penting dalam menciptakan sistem transportasi yang tertib dan aman.
Yulindra berharap seluruh lulusan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing. Ia menilai pengetahuan tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas serta mendukung terwujudnya keselamatan transportasi di Kalimantan Tengah.
(Redha/Maulana Kawit)