INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan lalu lintas barang di daerah.
Kepala Dishub Kalteng, Yulindra Dedy, mengatakan pihaknya berencana mengadopsi teknologi Weigh-In-Motion (WIM) di jembatan timbang. Teknologi ini memungkinkan kendaraan terdeteksi otomatis tanpa harus berhenti, sehingga proses pengawasan menjadi lebih cepat dan akurat.
“Saat ini pengawasan jembatan timbang masih dilakukan secara manual. Dengan teknologi WIM, pengawasan akan lebih efisien dan akurat,” kata Dedy, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, ada dua tujuan utama dalam pengawasan ini. Pertama, memastikan kendaraan tidak kelebihan muatan yang bisa merusak jalan. Kedua, menjamin distribusi BBM berjalan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
“Langkah ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola sumber daya. Jika distribusi BBM berjalan baik, maka dampaknya juga positif untuk masyarakat,” tambahnya.
Selain teknologi, Dishub juga memperkuat kerja sama lintas instansi. Kolaborasi dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sinergi ini bahkan telah ditegaskan melalui surat edaran terbaru Bapenda terkait peningkatan pengawasan distribusi BBM.
Tak hanya itu, Dishub juga bekerja sama dengan kepolisian dalam operasi terpadu di lapangan. Polisi bertugas memberhentikan kendaraan, sementara Dishub bersama BPTD melakukan penimbangan serta pemeriksaan dokumen angkutan.
“Langkah ini menjadi bagian dari sinergi bersama untuk memastikan distribusi barang dan BBM di Kalteng benar-benar terkontrol,” tukasnya.
Ia menegaskan, pengawasan modern dan kerja sama lintas instansi merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Kalteng dalam menjaga ketertiban transportasi sekaligus mengamankan ketersediaan BBM di daerah.